Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Musim Kemarau di Jakarta Dinilai Berkah Oleh DPRD DKI

Editor:  Annisa
Reporter: Shakira
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta menggelar rapat kerja bersama Dinas Lingkungan Hidup, Rabu (30/3/2022). (Foto: Dok. DPRD Prov DKI Jakarta)

Nusantaraterkini.co - April 2024, BMKG memprediksi akan terjadi awal musim kemarau. Sedangkan untuk wilayah Jakarta diprediksi mundur dimulai bulan Mei. 

Menanggapi hal itu, Komisi D DPRD DKI Jakarta menilai mundurnya awal musim kemarau di Jakarta sebagai berkah namun perlu diwaspadai.

"Berkah tapi juga perlu waspada," kata Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta, Syarif, kepada wartawan, Minggu (17/3/2024), dikutip dari detikcom.

Baca Juga : Musim Kemarau, Air Danau Toba di Pangururan Keruh Lagi

Menurutnya, musim kemarau menjadi berkah bagi warga Jakarta yang biasa terkena banjir. Namun, ia mengibau warga untuk turut waspada terkait kualitas udara Jakarta.

"Berkahnya kan buat sebagian masyarakat senang juga karena sudah ganti musim yang artinya menambah kemajuan," ujar Syarif.

"Buat yang langganan banjir musim kemaru berkah. Buat yang usahanya hanya di musim panas berkembang ya ini berkah. Kegiatan ekonomi produksi di musim panas tentu naik dari biasanya," imbuhnya.

Baca Juga : Miris, Warga Samosir Menganggap Kebakaran Hutan Hal Biasa dan Agenda Tahunan saat Musim Kemarau

BMKG sebelumnya memprediksi awal musim kemarau terjadi pada April 2024 untuk wilayah NTT, NTB dan Bali. Untuk wilayah Jakarta, Jawa, dan seluruh wilayah Indonesia diprediksi BMKG musim kemarau akan dimulai bulan Mei.

Dijelaskan juga terdapat 699 zona musim (ZOM) di Indonesia, di mana 90 ZOM di antaranya diprediksi masuk musim kemarau pada April 2024. Kemudian untuk wilayah Jakarta di bulan Mei 2024.

"90 ZOM atau 13 persen diprediksi akan masuk kemarau pada April 2024 yaitu di sebagian Bali, NTT, NTB, pesisir utara dari Banten, Jakarta dan Jabar, maksudnya pesisir utara Jawa Barat dan bagian pesisir Jawa Timur sebanyak 133 ZOM atau 19 persen wilayah akan memasuki kemarau pada bulan Mei 2024 yang meliputi wilayah Jakarta, sebagian kecil Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, sebagian Jawa Timur, sebagian kecil Maluku, sebagian Papua dan Papua Selatan," jelasnya.

Baca Juga : Kemarau Panjang di Samosir, Kebakaran Lahan Kembali Terjadi di Desa Sabulan

(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: detikcom