Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

MPR: RI Bakal Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTN

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno. (Foto: dok MPR)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mengatakan, Pemerintah Indonesia bakal menjajaki kerja sama untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Langkah itu sebagai upaya untuk memanfaatkan energi ramah lingkungan.

Eddy menilai, teknologi yang dikembangkan oleh Rosatom sangat relevan dengan kebutuhan energi Indonesia ke depan karena sifatnya yang dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain dengan standar keamanan yang tinggi.

"Teknologi nuklir modular terapung menawarkan solusi yang menyeluruh bagi negara kepulauan yang luas seperti Indonesia. Mobilitas yang tinggi dari teknologi nuklir modular terapung ini sesuai dengan kebutuhan wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan listrik nasional, seperti wilayah terluar dan tertinggal," katanya, Senin (26/5/2025).

Baca Juga: China dan Rusia Bangun Pembangkit Nuklir di Bulan

Dia menjelaskan, kebutuhan Indonesia untuk energi nuklir akan semakin terasa 8-10 tahun mendatang ketika sumber-sumber energi terbarukan di Pulau Jawa sudah tergunakan dan habis.

"Kondisi ini membuat kebutuhan energi nuklir menjadi salah satu opsi dari energi baru yang bersih dan bisa dimanfaatkan selama 24 jam (baseload power). Selain itu, teknologi Nuklir yang dikembangkan Rosatom juga sudah memenuhi standar keamanan terbaru yang diakui secara global," tuturnya.

Baca Juga: Rusia Kembali Ancam Pakai Nuklir Balas Rudal Jarak Jauh Ukraina Buatan AS

"Rosatom adalah perusahaan pertama di dunia yang meluncurkan unit Generasi III+. Ini adalah teknologi paling canggih - sepenuhnya mematuhi semua standar keselamatan 'pasca-Fukushima'," sambungnya.

Dia meyakini kerja sama dengan Rusia dalam pengembangan Energi Nuklir Modular akan memberikan manfaat khususnya dalam transfer pengetahuan, inovasi dan teknologi pada SDM bidang energi terbarukan khususnya teknologi nuklir.

"Sebagai Pimpinan MPR saya meyakini pentingnya dukungan lintas sektor dan lintas kelembagaan agar Indonesia tidak tertinggal dalam transisi menuju energi bersih yang berkelanjutan. Teknologi nuklir harus dipahami tidak lagi sebagai sesuatu yang menakutkan, tetapi sebagai peluang strategis yang harus dikaji secara ilmiah, terbuka, dan tentu bertanggung jawab," pungkasnya.

(cw1/nusantaraterkini.co)