Minim Oposisi, Timwas Intelijen DPR Dinilai Berpotensi Menyalahgunakan Informasi
Mayoritas anggota Timwas Intelijen dari parpol di KIM. Akhirnya, hanya akan menjadi legitimasi bagi berbagai kebijakan terkait intelijen negara
Nusantaraterkini.co, Jakarta - DPR RI telah membentuk Tim Pengawas Intelejen yang berfungsi sebagai bentuk pengawasan DPR terhadap kinerja Pemerintah. Namun Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra menilai, minimnya peran oposisi di parlemen berpotensi menyebabkan penyalahgunaan informasi intelijen oleh Tim Pengawas Intelijen DPR.
“Apalagi, mayoritas anggota Timwas Intelijen dari parpol di KIM. Akhirnya, hanya akan menjadi legitimasi bagi berbagai kebijakan terkait intelijen negara. Berbagai pelanggaran terhadap kinerja intelijen tidak akan diusut atas nama rahasia intelijen. Padahal, kita butuh individu yang paham dan berani melakukan pengawasan terhadap kinerja intelijen,” katanya, Senin (16/12/2024).
Hal itu bisa menimbulkan kekhawatiran publik bila informasi dari lembaga intelijen bisa menjadi instrumen penting untuk menekan atau mengintimidasi lawan politik.
“Bisa saja publik berpikir badan ini sekedar jadi pintu masuk pihak tertentu di DPR agar bisa mendapatkan informasi A1 dan menggunakan informasi itu untuk kepentingan politik tertentu,” sambung Ardi.
Meski mengakui sah-sah saja DPR membentuk Timwas Intelijen di luar Komisi I DPR seperti diatur dalam Pasal 43 ayat 3, Timwas Intelijen juga harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, mengingat hal ini merupakan satu- satunya pengawasan yang bersifat external.
Ardi mengingatkan agar Timwas Intelijen tidak bernasib seperti Badan Aspirasi Masyarakat DPR yang seakan mati suri lantaran dibentuk tanpa berdasarkan kebutuhan dan misi yang jelas.
“Akhirnya kebingungan sendiri dalam memulai pekerjaan. Jangan sampai Timwas Intelijen ini juga enggak efektif karena pengawasan rutin terhadap badan intelijen sudah dilakukan di Komisi I DPR,” tandasnya.
Seperti diketahui, Timwas intelijen DPR disahkan Ketua DPR Puan Maharani di Ruang Rapat Komisi I DPR, beberapa waktu lalu. Tim yang berada di bawah koordinasi Sufmi Dasco Ahmad selaku Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) ini terdiri atas 13 anggota DPR.
Lima di antaranya berada di jajaran pimpinan, yakni politikus PDIP Utut Adianto, politikus Golkar Dave Laksono, politikus Gerindra Budisatrio Djiwandono, politikus PKS Ahmad Heryawan, dan kader Partai Demokrat Anton Sukartono.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELPolda Sumsel Ungkap 18 Kasus 3C dan Tindak 40 Pelaku Premanisme Selama Operasi Sikat I Musi 2026
hendra·2 menit yang lalu -
-
NEWSArizal Azis Desak Pejabat Lapas Cibinong Dicopot: Soroti Jual Beli Kamar
hendra·24 menit yang lalu -
KRIMINALSidang Korupsi Proyek DEK Padangsidimpuan, Hakim Dalami Dugaan Fee 25 Persen
hendra·48 menit yang lalu -
SUMSELHeboh di Medsos, Penampakan Satwa Diduga Beruang Hitam Gegerkan Warga Sungai Rambang Muara Enim
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSFrederik Kalalembang Sentil Dirjen Pas soal Lapas Mewah: Kejadian Luar Biasa Kok Utus Staf?
hendra·1 jam yang lalu -
-
NEWSMahasiswa Poltekpel Aceh Meninggal Saat Ospek, Keluarga Soroti Lebam di Tubuh
hendra·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOPolda Sumsel Musnahkan Ribuan Gram Sabu dan Ekstasi Hasil Tangkapan September 2026
Fadli Tara·3 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Siap Dukung Keterbukaan Informasi SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan