Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Putusan MK soal Gibran, Pengamat: Harapan Politik Jokowi Bisa Bertumpu ke Kaesang

Pasca putusan MK terkait Gibran, pengamat sebut Jokowi berpotensi bertumpu pada Kaesang untuk dinasti politik

Analis komunikasi politik sekaligus Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio menyoroti arah politik keluarga Joko Widodo pascaputusan MK terkait syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Jumat (9/10/2026). (Foto: Istimewa)
Analis komunikasi politik sekaligus Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio menyoroti arah politik keluarga Joko Widodo pascaputusan MK terkait syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Jumat (9/10/2026). (Foto: Istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai peta keberlanjutan pengaruh politik keluarga Presiden ke-7 RI (Jokowi) berpotensi mengalami perubahan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Raka.

Hendri Satrio atau yang akrab disapa Hensa melihat posisi Gibran sebagai wakil presiden tetap menjadi modal politik penting. Namun, persoalan yang muncul dalam pertimbangan MK dinilai berpotensi kembali menjadi sorotan apabila Gibran mengambil langkah politik berikutnya.

“Yang perlu dilihat bukan hanya posisi Gibran sekarang, tetapi juga peluang politiknya ke depan. Persoalan yang muncul dalam pertimbangan MK ini berpotensi kembali menjadi pembicaraan ketika dia mengambil langkah politik berikutnya,” ujarnya, Jumat (9/10/2026).

Menurut Hensa, situasi tersebut dapat membuat Jokowi mulai mempertimbangkan sebagai salah satu tumpuan untuk menjaga keberlanjutan pengaruh politik keluarga.

“Dalam situasi seperti itu, saya melihat kemungkinan Jokowi lebih mengandalkan Kaesang, meskipun belum tentu perjalanan politik Gibran berhenti,” katanya.

Sebelumnya, MK dalam putusan yang dibacakan pada Selasa (6/10/2026) menyatakan permohonan terkait syarat pendidikan Gibran tidak dapat diterima karena para pemohon tidak memiliki kedudukan hukum.

Putusan tersebut tidak membatalkan ataupun mendiskualifikasi Gibran dari jabatannya sebagai wakil presiden.

Namun, dalam pertimbangannya, MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan berupa ijazah, sertifikat, atau diploma luar negeri yang dapat menjadi dasar penyetaraan pendidikan Gibran dengan tamat SMA atau sederajat.

Bagi Hensa, pertimbangan tersebut tetap memiliki konsekuensi politik, terutama jika Gibran nantinya kembali mengambil langkah untuk meningkatkan posisi politiknya.

Hensa menilai perkembangan tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan arah dukungan politik keluarga Jokowi. Meski demikian, dia mengingatkan bahwa penguatan posisi Kaesang tidak serta-merta menjamin keberhasilan politik.

Kaesang dinilai memiliki sejumlah modal untuk membangun basis dukungan, termasuk melalui jalur partai politik. Terlebih, Jokowi saat ini berada di lingkungan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Kaesang memiliki kesempatan membangun dukungan melalui partai, dan keberadaan Jokowi di PSI tentu menjadi modal politik,” ujar Hensa.

Namun, menurut dia, kedekatan dengan Jokowi dan tingkat penerimaan pemilih terhadap Kaesang merupakan dua hal yang berbeda.

“Kita masih perlu melihat sejauh mana Kaesang bisa mengembangkan dukungan itu menjadi kekuatan politik yang juga bertumpu pada kemampuan dan kepemimpinannya sendiri,” katanya.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu juga mengingatkan agar kemungkinan menguatnya posisi Kaesang tidak dilihat secara terpisah dari perjalanan politik Gibran.

Pasalnya, Gibran telah berada di posisi strategis sebagai wakil presiden. Dengan posisi tersebut, bukan tidak mungkin Gibran masih memiliki ambisi untuk melanjutkan karier politiknya ke tingkat yang lebih tinggi.

“Kalau harapan politik Jokowi sekarang tinggal di Kaesang, pertanyaannya, memangnya Gibran rela? Dia sudah menjadi wakil presiden, belum tentu ingin perjalanan politiknya berhenti sampai di situ,” ungkap Hensa.

Menurutnya, dinamika hubungan politik antara Gibran dan Kaesang ke depan menjadi salah satu hal menarik yang perlu diperhatikan.

“Jadi, ketika adiknya lebih diandalkan untuk meneruskan pengaruh politik keluarga, kita belum tahu apakah Gibran bersedia menepi atau tetap ingin menjadi orang yang membawa harapan itu,” pungkasnya.

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait