Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Menhub: Ada 126 Juta Pergerakan Masyarakat Keluar-Masuk Provinsi pada Libur Nataru

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Nanda Prayoga
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Menhub Budi Karya Sumadi pada rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (18/1/2024). (Foto: YouTube TV Parlemen)

Menhub: Ada 126 Juta Pergerakan Masyarakat Keluar-Masuk Provinsi pada Libur Nataru

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, lonjakan pergerakan libur pada Natal dan Tahun Baru (Nataru) bisa diantisipasi dan berjalan secara aman dan lancar.

Baca Juga : Potensi Pergerakan Masyarakat di Masa Libur Lebaran Harus segera Diantisipasi

Ia mengatakan, sebanyak 126 juta pergerakan masyarakat yang keluar provinsi maupun masuk ke dalam provinsi.

Baca Juga : Kemenhub: Pergerakan Mudik Idul Fitri Tahun Ini Diprediksi Capai 193,6 Juta Jiwa

“Berdasarkan resume hasil Positioning Mobile Data (PMD) yang dilakukan dari 16 Desember 2023 sampai dengan 1 Januari 2024 tercatat ada sebanyak 126 juta pergerakan masyarakat yang keluar provinsi maupun di dalam provinsi,” katanya pada rapat kerja dengan Komisi V di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (18/1/2024).

Hal ini dijelaskannya, tak berbeda jauh dari prediksi Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub yang memprediksi sekitar 107 juta orang.

Baca Juga : Arus Balik Nataru Masih Padat, Trafik Tol Trans Sumatera Naik hingga 65 Persen pada 1 Januari 2026

“Prediksi yang dilakukan oleh BKT Kemenhub tidak meleset dengan jumlah tersebut. Oleh karenanya, apa yang kami lakukan, memaksimalkan itu,” tuturnya.

Baca Juga : Polri Tertibkan Kendaraan Sumbu Tiga di Tol Jakarta-Tangerang

Dalam hal ini, Budi menjelaskan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bekerjasama dengan operator telekomunikasi. Hal ini untuk melihat jumlah pergerakan masyarakat selama masa libur Nataru 2023/2024.

Kemudian ia menuturkan, kendaraan masuk Jabodetabek berada di angka 2,3 juta, naik 10,9 persen dibanding tahun kemarin. Sedangkan, kendaraan keluar Jabodetabek juga berada di angka 2,3 juta, naik 11,1 persen dibanding tahun kemarin.

Baca Juga : Menhub Harap Bandara IKN Beroperasi Akhir Agustus 2024

Teruntuk di ibukota, pada 2023/2024 diungkapkannya didapatkan bahwa kendaraan yang keluar maupun masuk ke Jakarta mengalami peningkatan dibanding periode 2022/2023.

Baca Juga : Pemerintah Indonesia Akan Cabut Status VVIP Bandara IKN

“Ini satu angka yang naiknya proporsional. Menurut kami angka-angka yang baik, tidak semua orang mudik ke kampung tetapi banyak juga yang ke Jakarta membuat penerbangan, kereta api, dan bus itu menjadi efisien. Juga secara ekonomi tumbuh baik di Kota Jakarta, Jabodetabek, maupun di kota-kota yang lain,” jelasnya. 

Kemudian, Budi mengungkapkan angka kecelakaan selama nataru pada 2023/2024 juga mengalami penurunan dibanding periode 2022/2023.

“Kecelakaan turun 12 persen dari sebelumnya 3.865 menjadi 3.412 (kejadian). Ini juga indikator bahwa keberhasilan angkutan pelaksanaan nataru ini berhasil,” tuturnya.

Diketahui, Komisi V DPR RI melakukan rapat kerja dengan Menteri Perhubungan bersama jajaran lainnya demi melakukan evaluasi pelaksanaan Nataru pada periode 2022/2023.

(mr6/nusantaraterkini.co)