Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kemenhub: Pergerakan Mudik Idul Fitri Tahun Ini Diprediksi Capai 193,6 Juta Jiwa

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Ilham Al Banjari
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Transportasi umum bus. (Foto: Kemenhub)

Kemenhub: Pergerakan Mudik Idul Fitri Tahun Ini Diprediksi Capai 193,6 Juta Jiwa

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut pergerakan masyarakat selama momen mudik Idul Fitri 1445 H/2024 diprediksi mencapai 193,6 juta jiwa.

Baca Juga : Atasi Kemacetan Jelang Nataru, Jalur Alternatif Saribudolok-Parapat Resmi Dibuka

Prediksi ini adalah hasil survei Kemenhub melalui Badan Kebijakan Transportasi bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS),  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) serta melibatkan para pakar dan akademisi di bidang transportasi.

Baca Juga : Apresiasi Mudik 2024, Komisi V Desak Perbaikan Fasilitas Pemudik Roda Dua

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan hasil survei ini menunjukkan pergerakan masyarakat secara nasional mencapai 71,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Angka ini, kata dia, meningkat dibanding pergerakan masyarakat pada masa Idul Fitri 2023 yaitu 123,8 juta orang. 

Pihaknya juga telah melaporkan hasil survei ini kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain itu menyampaikan kepada pemangku kepentingan (stakeholder) terkait seperti kementerian/lembaga, pemerintah daerah, Korlantas Polri, BUMN dan swasta.

Baca Juga : DPR Dukung Program Skala Besar Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Sumatera

"Melihat gambaran kondisi tersebut, kami melakukan langkah persiapan baik secara operasional maupun kebijakan dalam pengendalian, pengaturan transportasi, dan penanganan secara komprehensif bersama Instansi kementerian dan lembaga pada pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, serta pihak swasta," katanya, Rabu (13/3/2024).

Baca Juga : Komisi V DPR Semprot Kemenhub Imbas Kapal Tenggelam: Jangan Remehkan Warning BMKG

Menhub Budi mengatakan, pemerintah akan memberlakukan kebijakan yang efektif untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pemudik yang mengakibatkan kepadatan di simpul dan di ruas jalan melalui pola perjalanan, pola transportasi, dan pola lalu lintas.

"Pengaturan waktu mudik, penyelenggaraan diskon tarif transportasi massal untuk mudik lebih dini, mudik gratis, rekayasa lalu lintas, diskon tarif jalan tol, hingga pengaturan lalu lintas terutama pada daerah yang beresiko terjadi kepadatan luar biasa akan kami lakukan," ujarnya.

Baca Juga : Potensi Pergerakan Masyarakat di Masa Libur Lebaran Harus segera Diantisipasi

Hasil survei menunjukkan daerah asal perjalanan terbanyak yaitu Jawa Timur sebanyak 31,3 juta orang atau 16,2 persen. Kemudian disusul Jabodetabek sebanyak 28,43 juta orang atau 14,7 persen.

Baca Juga : Menhub: Ada 126 Juta Pergerakan Masyarakat Keluar-Masuk Provinsi pada Libur Nataru

Selanjutnya Jawa Tengah sebanyak 26,11 juta orang atau 13,5 persen. Sementara itu, untuk daerah tujuan terbanyak, yaitu Jawa Tengah sebanyak 61,6 juta orang atau 31,8 persen.

Menyusul Jawa Timur sebanyak 37,6 juta orang atau 19,4 persen dan Jawa Barat sebanyak 32,1 juta orang atau 16,6 persen.

Sedangkan minat masyarakat terhadap pemilihan penggunaan angkutan untuk mudik lebaran terbanyak adalah kereta api sebesar 20,3 persen atau 39,32 juta. Kemudian, bus 19,4 persen atau 37,51 juta, mobil pribadi 18,3 persen atau 35,42 juta, dan sepeda motor sebesar 16,07 persen atau 31,12 juta.

Minat masyarakat tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tidak adanya COVID-19, ekonomi keluarga, cuti bersama, liburan anak sekolah, peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana transportasi, serta kondisi cuaca.

Perkiraan puncak hari mudik berdasarkan pilihan masyarakat adalah H-2 atau Senin, 8 April 2024 atau dimulainya cuti bersama dengan potensi pergerakan 26,6 juta orang atau 13,7 persen. Sedangkan perkiraan puncak hari balik adalah H+3 yakni Minggu, 14 April 2024 dengan potensi pergerakan 41 juta orang atau 21,2 persen.

Setiap tahun Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan selalu mengeluarkan survei potensi pergerakan masyarakat dalam masa angkutan lebaran. Survei ini terbukti akurat memberikan potensi pergerakan masyarakat yang melakukan mudik dimana pada tahun 2023 jumlahnya mencapai 123,8 juta orang atau 45,67 persen.

(HAM/nusantaraterkini.co)