Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Membaik Usai Dirawat di RSUD Haji Medan, Bocah Korban Penganiayaan Asal Sidikalang Kini Ditempatkan di Rumah Aman

Bocah korban penganiayaan asal Sidikalang membaik usai dirawat di RSUD Haji Medan dan kini ditempatkan di rumah aman untuk perlindungan.

Kondisi Bocah Alvino Purba (7), korban penganiyaan saat ini sudah mulai membaik, Jumat (28/8/2026). (foto: istimewa)
Kondisi Bocah Alvino Purba (7), korban penganiyaan saat ini sudah mulai membaik, Jumat (28/8/2026). (foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co- akhirnya diperbolehkan meninggalkan . Bocah berusia 7 tahun asal Kecamatan , Kabupaten , itu sebelumnya menjalani perawatan selama lima hari setelah menjadi .

Alvino sebelumnya dirawat di RSUD Kabupaten hingga akhirnya dirujuk ke " class="article-tag-link" rel="tag">RSUD Haji Medan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Saat tiba di Medan, ia harus mendapat penanganan terhadap sejumlah luka, mulai dari patah tulang lengan, luka bakar hingga luka lebam di bagian organ vital.

Kondisi luka pada tangan Alvino sempat menjadi viral. Bagiannya tanganny dipenuhi lebam beredar dan viral di media sosial. Selama menjalani perawatan di " class="article-tag-link" rel="tag">RSUD Haji Medan, Alvino juga mendapat pendampingan psikologis.

Menurut Dokter Amelia, Spesialis Anak , kondisi Alvino kini berangsur membaik. Cedera pada tangannya telah dipasangi arm sling, sementara luka bakar di bagian bahu sudah mengering.

"Luka di kepala juga menunjukkan perkembangan positif. Di bagian kaki terdapat luka-luka kecil yang sudah mengering. Luka lebam pada organ vital juga sudah membaik dan saat ini hanya dilakukan observasi," kata Amelia, Sabtu (29/8/2026). 

Perkembangan kondisi tersebut membuat Alvino akhirnya tidak lagi membutuhkan perawatan di rumah sakit sejak Jumat (28/8/2026). Namun, Alvino belum kembali ke rumah. Untuk sementara, ia ditempatkan di yang berada dalam pemantauan Dinas Sosial Kabupaten Dairi.

Keputusan itu diambil karena Alvino belum memiliki pengasuh yang bisa merawat dan menjamin keamanannya. Ayahnya sedang menghadapi perkara narkotika, sementara ibunya bekerja di luar kota. Sementara bibinya berinisial RS (52) yang seharusnya bisa menjaganya malah melakukan menganiayanya.

Komisi Nasional () meminta Pemerintah Kabupaten Dairi kasus tersebut menjadi evaluasi. Pemerintah harus tanggung jawab kehidupan anak-anak aman dan nyaman, sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

"Ini kejadian yang luar biasa. Jangan kita reaktif, mari Pemerintah Kabupaten Dairi melakukan upaya-upaya preventif dan pencegahan. Jangan ketika ada kasus baru baru reaksi," tegas Ketua Komnas PA

(Ton/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru