Lima Pejabat Strategis Resmi Dilantik, Posisi Wakajati Hingga Kajari Bergeser
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan, Nurcahyo memimpin langsung upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan lima pejabat strategis
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan, Nurcahyo memimpin langsung upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan lima pejabat strategis di lingkungan Kejati Sumsel, Jumat (14/8/2026).
“Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini merupakan bagian penting dari regenerasi serta penyegaran organisasi di lingkungan Kejati Sumsel,” ujar Nurcahyo.
Agenda mutasi ini ditujukan sebagai langkah penyegaran organisasi, sekaligus penguatan kinerja penegakan hukum di wilayah Sumatera Selatan.
Dalam perombakan struktur kali ini, posisi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sumsel resmi diserahterimakan dari Anton Delianto, kepada Rinaldi Umar.
Pergeseran juga terjadi di jajaran Asisten utama. Posisi Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumsel kini diamanahkan kepada Tengku Firdaus, menggantikan Nurhadi Puspandoyo.
Sementara itu, jabatan Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) diserahterimakan dari Agus Riyanto, kepada Tri Joko.
Tidak hanya di tingkat Kejaksaan Tinggi, rotasi pimpinan juga menyasar dua Kejaksaan Negeri (Kejari) di Sumatera Selatan.
Mohammad Nasir, resmi dilantik menjadi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palembang menggantikan Muhammad Ali Akbar.
Sedangkan nahkoda kepemimpinan Kejari Musi Banyuasin kini dipegang oleh Kiki Yonata, yang menggantikan Aka Kurniawan.
Dalam prosesi pengukuhan pejabat Eselon II, Hakim Tinggi Palembang Dr. Erwantoni, dan Plh. Kepala Divisi Pelayanan Hukum Bulan Mahardika Subekti, bertindak sebagai saksi.
Adapun prosesi untuk pejabat Eselon III disaksikan langsung oleh Asisten Bidang Intelijen Kejati Sumsel Moch. Fatria, serta Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Agustinus Octavianus Mangontan.
Melalui perombakan struktur ini, Kejati Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas kelembagaan, menjaga integritas, serta merespons dinamika penegakan hukum yang kian kompleks di daerah.
"Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat kinerja institusi, meningkatkan profesionalisme seluruh personel, serta memastikan jajaran kejaksaan selalu siap merespons dinamika dan tantangan tugas penegakan hukum yang semakin kompleks ke depan," tandasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSAbdul Fickar Desak Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Tuntas: Bongkar Aktor di Baliknya!
hendra·17 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Kabareskrim Jadi Komandan
hendra·54 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTerdakwa Pengeroyokan Dituntut 2 Tahun, Ketua SPSI Tuding Jaksa Disuap
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONALIsu Pengerahan 20 Ribu Prajurit ke Jakarta, Panglima TNI Ungkap 3 Level Siaga, Personel dan Alutsista Disiapkan
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan