Libatkan Dapur SPPG Polres, LBH Medan Desak Polda Sumut Ikut Selidiki Kasus Keracunan MBG di Asahan
LBH Medan desak Polda Sumut turun tangan usut keracunan massal siswa MTsN 2 Kisaran akibat program MBG
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan mendesak Polda Sumut turun tangan menyelidiki kasus puluhan siswa di MTsN 2 Kisaran, Kabupaten Asahan yang mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (15/9/2026).
Direktur LBH Medan Irvan Saputra mengatakan, kasus tersebut bisa diseret ke ranah pidana, yaitu menggunakan unsur kelalaian yang mengakibatkan orang lain luka berat, sehingga timbul penyakit, sebagaimana diatur dalam Pasal 474 KUHP Baru.
Pasal tersebut, jelas dia, ancamannya juga tak sebentar, yaitu tiga tahun penjara dan denda kategori III sebesar Rp50 juta.
Dugaan pelanggaran juga bisa dikaitkan dengan Pasal 86 ayat (2) juncto Pasal 140 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dengan ancaman 2 tahun penjara dan denda hingga Rp4 miliar.Ditambah lagi, keracunan MBG bertentangan dengan UUD 1945, UU HAM, dan UU Perlindungan Anak.
"Hanya saja dikhawatirkan menimbulkan konflik kepentingan (conflict of interest) yang bisa mengorbankan objektivitas penyelidikan,โ katanya, Rabu (16/9/2026).
Satu hal yang membuat LBH Medan khawatir, kata Irvan, SPPG yang mendistribusikan MBG ke MTsN 2 Kisaran disebut berasal dari SPPG Polres Asahan sendiri.
"Kami mendesak, Polda Sumut segera memerintahkan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) untuk melakukan penyelidikan," sambungnya.
Sementara itu, terkait desakan tersebut, Nusantaraterkini.co sudah berusaha mengkonfirmasi kepada Kabid Humas Polda Sumut maupun Ditreskrimum. Namun, hingga berita ini turun tidak ada respon.
Kondisi terkini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bekerja sama dengan yayasan Kemala Bayangkari milik Polri khususnya Polres Asahan telah kena suspend. Sanksi itu buntut kejadian keracunan massal.
Wakil Bupati Asahan yang juga menjabat Ketua Satgas MBG, Rianto mengatakan dugaan sementara makanan yang disantap siswa kurang steril, sehingga memicu keluhan pusing dan sakit perut. Namun, untuk hasil pastinya kini sedang dalam pengecekan Dinas Kesehatan setempat.
(Ton/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELKapolda Sumsel Resmi Lepas Personel BKO Brimob Usai Tangani Karhutla
Rozie Winata·38 menit yang lalu -
PENDIDIKANHabib Syarief Dukung Kembalinya Jurusan IPA, IPS dan Bahasa di SMA
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTertangkap Basah Ngintip Tetangga Ganti Baju, Pria di Sukarami Palembang Diamankan Warga
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALMotor Karyawan Sate Taichan Raib Digondol Maling saat Bekerja
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELUdara Membaik, Pemko Palembang Kembali Gelar CFD Mulai Besok
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
-
SUMSELAnggota DPR Pertanyakan Subsidi LRT Sumsel Senilai Rp300 Miliar
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
EKONOMIRico Waas Instruksikan Pembenahan Pasar Tradisional, Utamakan Pedagang
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
EKONOMIRupiah Kembali Melemah! Dibuka ke Rp18.095 per Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Tertekan
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSPanglima TNI Pastikan Hak Keluarga Prajurit Gugur Terpenuhi
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan