Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kurs Rupiah Rontok 0,19% Berada di Rp16.050 Per Dolar AS di Perdagangan Selasa (17/12/2024) Sore Ini

Editor:  Team
Reporter: wiwin
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
kurs rupiah Jisdor berada di Rp 16.050 per dolar AS. Kurs rupiah Jisdor ini melemah 0,19% dari posisi kemarin di Rp 16.019 per dolar AS. Dalam sepekan, kurs rupiah Jisdor melemah 1,11%.(sumber foto: Ilustrasi)

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Selasa (17/12/2024), kurs rupiah Jisdor berada di Rp 16.050 per dolar AS di pasar spot.

Kurs rupiah Jisdor ini melemah 0,19% dari posisi kemarin di Rp 16.019 per dolar AS. Dalam sepekan, kurs rupiah Jisdor melemah 1,11%.

BACA: Kurs Rupiah Kembali Melemah 0,22% di Level Rp 16.037 Per Dolar AS di Perdagangan Selasa (17/12/2024) Pagi Ini

Baca Juga : Kurs Rupiah Tembus ke Atas Level Rp16.000 Per Dolar AS Malah Sempat Menyentuh Rp16.020 Per Dolar AS Siang Ini

Ternyata, tak cuma di pasar spot, kurs rupiah Jisdor hari ini melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah Jisdor melemah dalam enam hari perdagangan berturut-turut.

Sedangkan kurs rupiah spot melemah 0,62% ke Rp 16.101 per dolar Amerika Serikat (AS), Selasa (17/12). Dalam sepekan, kurs rupiah melemah 1,45%.

BACA: Kurs Rupiah Terus Melemah Dibuka di Level Rp16.023 Per Dolar AS di Perdagangan Senin (16/12/2924) Pagi Ini

Baca Juga : Kurs Rupiah Semakin Dalam di Hari Keempat Berturut-turut Bersandar di Level Rp15.939 Per Dolar AS

Tak cuma rupiah, mata uang Asia juga tertekan menghadapi dolar AS. Indeks dolar AS melemah tipis ke level terendah sejak November 2022. 

Indeks mata uang Asia juga melemah 4% sejak akhir September atau akhir kuartal ketiga. Ini adalah penurunan kuartalan terburuk dalam lebih dari dua tahun.

BACA: Kurs Rupiah Tembus ke Atas Level Rp16.000 Per Dolar AS Malah Sempat Menyentuh Rp16.020 Per Dolar AS Siang Ini

Baca Juga : Kurs Rupiah Masih Tertekan Siang Ini Terduduk di Level Rp5.941 Per Dolar AS

Sentimen terhadap mata uang Asia memburuk karena stimulus yang kurang bersemangat dari China untuk memperkuat ekonomi. 

"Ancaman tarif ganda dari AS dan kenaikan nilai tukra dolar membuat mata uang Asia terus berada di bawah tekanan jual," kata Ken Cheung, ahli strategi Mizuho Bank di Hong Kong seperti dikutip Bloomberg.

BACA: Kurs Rupiah Masih Tertekan Siang Ini Terduduk di Level Rp5.941 Per Dolar AS

Dia menambahkan bahwa peningkatan ketidakpastian politik Korea menambah tekanan pada kurs won dan menyeret mata uang Asia lain.

Sebagian besar mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Rupiah mencatat penurunan paling dalam.

Menyusul rupiah, adalah pelemahan baht Thailand, peso Filipina, ringgit Malaysia, rupee India, won Korea, dolar Taiwan, dolar Singapura, dan yuan China.

BACA: Kurs Rupiah Semakin Dalam di Hari Keempat Berturut-turut Bersandar di Level Rp15.939 Per Dolar AS

Dolar Hong Kong, yen Jepang, dan yuan offshore menguat terhadap dolar AS.

Sementara indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama unia menguat ke 106,98 dari hari sebelumnya di 106,86.(kontan)