Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kurangi Gangguan Jalan Umum, Overpass Tambang Sepanjang 190 Meter Dibangun di Lahat

Overpass tambang 190 meter dibangun di Lahat untuk kurangi gangguan lalu lintas angkutan batu bara di jalan umum

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat diwawancarai di ruang VIP Bandara Internasional SMB II Palembang, lalu. (Foto: tia/nusantaraterkini.co)
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat diwawancarai di ruang VIP Bandara Internasional SMB II Palembang, lalu. (Foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, LAHAT -  membangun overpass (jalan layang khusus) sepanjang 190 meter untuk mendukung kelancaran operasional distribusi PT Bukit Bara Alam.

Peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek infrastruktur ini diresmikan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumsel.

"Pembangunan fasilitas overpass khusus pengangkutan batu bara ini sudah resmi dimulai di Desa Banjar Sari, Kabupaten Lahat, Rabu lalu, untuk mengurangi gangguan lalu lintas angkutan tambang di jalan umum," ujar Herman Deru dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).

Deru menegaskan, setiap investor pertambangan wajib memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan umum.

"Investor diharapkan memberikan kontribusi konkret terhadap pembangunan. Salah satunya melalui pembangunan jalan khusus agar aktivitas pengangkutan batu bara tidak lagi mengganggu masyarakat maupun pengguna jalan umum," katanya.

Ia menjelaskan, Sumsel merupakan produsen batu bara terbesar kedua di Indonesia yang distribusinya masih didominasi oleh transportasi darat.

Oleh sebab itu, pembangunan infrastruktur pelintas seperti overpass dan jalan khusus menjadi solusi mendesak untuk memisahkan jalur kendaraan tambang dengan kendaraan warga.

"Kita ingin eksploitasi sumber daya alam berjalan maksimal, tetapi manfaatnya juga benar-benar dirasakan masyarakat. Jalan khusus ini adalah warisan pembangunan yang akan memberikan dampak jangka panjang bagi Sumatera Selatan," jelasnya.

Ia mencatat, sejak 2018 Pemerintah Provinsi Sumsel telah mengoperasikan lebih dari 1.100 kilometer jalan khusus untuk menata rute angkutan hasil bumi tersebut. Selain penyediaan infrastruktur, Gubernur juga mengimbau manajemen perusahaan agar memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal dari desa sekitar.

"Pembangunan jalan khusus tersebut dapat diselesaikan tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat guna, dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan," lanjutnya.

Sementara itu, Direktur , Putu Wijaya Abadi, mengapresiasi dukungan Pemprov Sumsel dan menargetkan pembangunan fasilitas tersebut rampung dalam kurun waktu satu tahun.

"Pembangunan ini bertujuan sebagai jalur pengangkutan batu bara PT Bukit Bara Alam. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Sumsel atas kesediaannya menghadiri undangan kami," pungkasnya.

(Tia / Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait