KRI Sutedi Senoputra Kirim 50 Ton Beras dan Logistik Via Laut ke Daerah Terisolir di Aceh
Menko AHY di Belawan (1/12) melepas KRI Sutedi Senoputra yang bawa 50 ton beras (Transmigrasi & Kemensos) dan logistik
Nusantaraterkini.co, BELAWAN - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), didampingi Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjangkau daerah terisolir pascabencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Salah satu upaya yaitu adalah pengiriman bantuan logistik melalui jalur laut.
"Logistik harus terus mengalir karena masyarakat terdampak sangat membutuhkan, termasuk obat-obatan. Di sana-sini juga ada kawasan transmigrasi yang terdampak, itu sebabnya Pak Menteri (Transmigrasi) berupaya hadir langsung," ucapnya saat ditemui awak media di Pelabuhan Belawan, Senin (1/12/2025).
Baca Juga : Menko AHY Perintahkan Percepatan Pengiriman Alat Berat PUPR untuk Buka Akses Bencana Sumatera
Lanjutnya, AHY menyampaikan bahwa bantuan dari Presiden Prabowo Subianto telah disalurkan.
"Hari ini, bersama TNI AL khususnya KRI Sutedi Senoputra, kami memberangkatkan sekitar 50 ton beras yaitu terdiri 40 ton dari Kementerian Transmigrasi dan 10 ton dari Kementerian Sosial, ditambah sembako instan dan obat-obatan," ujarnya.
Bantuan tersebut ditargetkan tiba di Loksumawwe dalam 17 hingga 18 jam perjalanan laut, kemudian dilanjutkan ke Idi Rayeuk dalam 5 jam perjalanan berikutnya.
"Kedua lokasi ini membutuhkan dukungan penuh," lanjut AHY.
Di samping tanggap darurat, AHY menekankan tugas jangka menengahnya adalah memetakan dan memulihkan infrastruktur yang rusak.
"Tugas penting berikutnya adalah membangun kembali infrastruktur yang hancur, memperbaiki jalan rusak, dan menyambung jembatan yang putus. Ini tugas kami," tegasnya.
Untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan, khususnya melalui udara, pemerintah telah mengantisipasi kendala cuaca.
Baca Juga : Update Bencana Sumatera: Korban Meninggal Tembus 442 Jiwa, 402 Orang Masih Hilang
"Kemarin saya menggelar rapat terbatas dengan Kepala BMKG dan unsur BNPB membahas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Ini penting agar ketika kita akan melakukan dropping logistik, cuaca mendukung, baik untuk pesawat maupun helikopter," katanya.
Ia menegaskan bahwa penanganan bencana ini adalah upaya bersama yang melibatkan semua sektor.
"Semua punya peran. Kami ingin terus menjadi bagian dari solusi agar masyarakat bisa segera terbantu dan terdampak pulih," pungkasnya.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSPPMSU Siapkan Aksi ke Kafe Satuan.co Binjai, Oza Hasibuan Sebut Acara Halloween Tak Miliki Izin
hendra·8 menit yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALKejagung Geledah 6 Lokasi Kasus Korupsi Tambang Nikel Sultra, Sita Uang Rp11,8 Miliar
hendra·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKetua DPD Terima Delegasi Tatarstan, Jajaki Peluang Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Rusia
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
SUMSELDPR RI Soroti Rendahnya Penyerapan KUR di Sumsel dan Dorong Percepatan Kawasan Industri
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSBobby Nasution Diminta Hentikan Sementara Proyek Turap Sungai di Tapteng, Besi Berkarat Jadi Sorotan
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSPemkab Nias Selatan Finalisasi Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian, Ini 5 Poin Penting Hasil FGD
hendra·2 jam yang lalu -
EKONOMIKetua DPD Ajak Daerah Jajaki Peluang Kerja Sama Ekonomi dengan Tatarstan Rusia
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KESEHATANRSUD Pirngadi Medan Mulai Layani Penanganan Kateterisasi Jantung
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOPemerintah Angkat PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Rekrutmen CPNS Dibuka November 2026
Fadli Tara·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan