20 Unit Pembangunan Huntara di Idi Rayeuk Mulai Dibangun
Pembangunan 20 unit Huntara di Idi Rayeuk dimulai. BNPB & Kementerian PU targetkan hunian layak sebelum Ramadan
Nusantaraterkini.co, ACEH TIMUR - Pemerintah terus melakukan upaya percepatan penyediaan hunian sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di kabupaten Aceh Timur.
Saat ini di Kecamatan Idi Rayeuk, sedang dilakukan pembangunan hunian sementara sebanyak 20 Unit rumah.
Pembangunan Huntara tersebut dikerjakan oleh dua instansi, yakni Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Camat Idi Rayeuk, M Hasbi menyampaikan, pembangunan Huntara ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal sementara yang layak bagi masyarakat sambil menunggu pembangunan hunian tetap.
Baca Juga : Ditinjau Presiden Prabowo, Hutama Karya Tegaskan Komitmen Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang
“Untuk saat ini, sedang dilakukan pengukuran serta pembersihan lahan yang berada di belakang kantor camat Idi Rayeuk. Pembangunan ini dilaksanakan oleh dua instansi, yaitu BNPB dan Kementerian PU,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).
Ia berharap pembangunan Huntara dapat berjalan lancar dan sesuai rencana, sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat segera menempati hunian sementara tersebut.
Hasbi mengatakan, desa yang terdampak parah dari 35 desa di Idi Rayeuk yaitu, Gampong Jawa, Gampong Aceh, Keude Blang, Kuta Blang, Keude Aceh, Meunasah Puuk dan Bantayan Timur.
"Alhamdulillah kami dari muspika kecamatan terus bekerja dan berkoordinasi dengan pihak kabupaten untuk terus memantau perkembangan keadaan dari awal kejadian banjir hingga tahap pembangunan Huntara," tegasnya.
Baca Juga : Ini Rincian Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera yang Disalurkan Kemensos
Dia juga menghimbau kepada masyarakat Idi Rayeuk jika ada permasalahan terkait bantuan agar melaporkan kepada kepala desa supaya diteruskan ke kecamatan.
"Kondisi ini akan menjadi perhatian utama Bupati Aceh Timur, di mana beberapa saat lagi menjelang bulan Ramadan, warga berharap tidak lagi menempati kemp pengungsian," pungkasnya
(Akb/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
NEWSHendak Dipulangkan dari Arab Saudi, Warga Lhokseumawe Muhammad Iksan Hilang Kontak
hendra·4 jam yang lalu -
NEWSKPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan Terkait Proyek PUTR
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSKetua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus Diperiksa Polda, Diduga Terkait Kasus Dhody Thahir
hendra·5 jam yang lalu -
PERISTIWAHujan Deras dan Angin Kencang Diduga Picu Banjir Bandang Solok, Rumah Warga Terdampak
hendra·6 jam yang lalu -
PERISTIWAJalur Padang-Solok Putus Total Diterjang Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWABanjir Bandang Terjang Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok, Sejumlah Kantor Terendam
hendra·7 jam yang lalu -
KOTA MEDANFraksi PDIP Soroti Keterlambatan Ranperda Pajak dan Tingginya Biaya PBG Medan
hendra·8 jam yang lalu -
PENDIDIKAN5 Kepala SD Negeri di Tebingtinggi Dicopot, Diduga Terkait Dana Revitalisasi Sekolah
hendra·8 jam yang lalu -
KRIMINALGeger! Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Bungkusan Kain Merah di Tembung
hendra·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan