Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kota Kecil di Italia Ini Larang Warganya Jatuh Sakit, Ini Alasannya

Editor:  hendra
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kota Kecil di Italia Ini Larang Warganya Jatuh Sakit, Ini Alasannya. (Foto: Yauhen Zaluzhny/Shutterstock).

nusantaraterkini.co, MEDAN - Sebuah kota kecil di Italia melarang warganya jatuh sakit. Para penduduk Kota Belcastro dilarang sakit, setelah wali kota setempat mengeluarkan pernyataan resmi bahwa "sakit itu dilarang".

Dilansir CNN Travel, Wali Kota Belcastro, Antonio Torchia, dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa warganya diminta untuk menghindari tertular penyakit apa pun yang memerlukan bantuan medis, terutama keadaan darurat. 

Meski ironi, keputusan itu harus diambil, karena keadaan yang memaksa.

Baca Juga : TNI Tegaskan Akan Usut Kasus Penembakan Bos Rental Sampai Pengadilan

“Kami menanggapi (keputusan tersebut) dengan sedikit ironi. Namun, keputusan tersebut dimaksudkan untuk menyoroti kurangnya akses terhadap layanan kesehatan di kota," katanya.

Belcastro merupakan sebuah kota berpenduduk sekitar 1.300 orang, yang sebagian besarnya adalah lansia. Sayangnya, akses kesehatan di kota itu sangat terbatas, karena fasilitas kesehatan yang sering tutup, dokter jaga yang tidak tersedia pada akhir pekan, hari libur, bahkan setelah jam kerja.

Baca Juga : 97 WNI Terdampak Kebakaran Dahsyat di Los Angeles

Belum lagi, fasilitas ruang gawat darurat terdekat saja berjarak sekitar 45 kilometer (km) di Kota Catanzaro. Hal ini yang membuat pihaknya mengambil tindakan pencegahan yang mendesak, dan tidak dapat ditunda.

"Ini bukan bentuk provokasi, melainkan peraturan tersebut adalah seruan untuk meminta tolong dengan cara menyoroti situasi yang tidak dapat diterima," kata Torchia, kepada media berita lokal Corriere della Calabria.

Baca Juga : Rumah Selebriti Hangus Terbakar Imbas Kebakaran Hutan Los Angeles

Dalam dekritnya, Torchia meminta masyarakat untuk tidak melakukan perilaku yang dapat membahayakan dan menghindari kecelakaan rumah tangga. Selain itu, warga Kota Belcastro juga diminta untuk tidak terlalu sering keluar rumah, bepergian, atau berolahraga.

Selain itu, agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit, warga Belcastro juga diminta untuk menghabiskan sebagian besar waktunya dengan beristirahat. Meski demikian, tidak jelas apakah, atau bagaimana peraturan tersebut akan ditegakkan.

Yang jelas, Torchia mengatakan bahwa aturan tersebut ditujukan untuk memprovokasi otoritas regional dan pejabat kesehatan, guna mengatasi masalah tersebut. Peraturan itu akan tetap berlaku, hingga pusat kesehatan masyarakat kota dibuka secara teratur.

"Datanglah dan tinggal selama seminggu di desa kecil kami, dan cobalah untuk merasa aman, karena jika terjadi keadaan darurat kesehatan, satu-satunya harapan adalah tiba di Catanzaro tepat waktu," ujar Torchia.

"Cobalah dan beri tahu saya, apakah situasi ini menurut Anda dapat diterima," lanjutnya.

Calabria merupakan salah satu wilayah di Italia dengan penduduk paling sedikit dan termiskin. Daerah ini semakin ditinggalkan, karena banyaknya anak muda yang memilih untuk tinggal di kota.

Lebih dari 75 persen kota di Calabria saat ini memiliki kurang dari 5.000 penduduk, berdasarkan data tahun 2021. Hal ini memicu kekhawatiran, bahwa beberapa komunitas dapat punah sepenuhnya tanpa regenerasi.

Beberapa kota bahkan mulai menawarkan untuk membayar orang-orang, agar tinggal di sana dalam upaya untuk membalikkan penurunan populasi mereka. Wali kota Belcastro tahu bahwa banyak kota menghadapi masalah akses layanan kesehatan yang serupa.

"Saya hanyalah setetes air di lautan. Provinsi Catanzaro memiliki 80 kotamadya, dan saya yakin sebagian besar dari mereka menderita masalah yang sama," pungkas Torchia.

(Dra/nusantaraterkini.co).