Komisi VI DPR: Pemisahan Aset BUMN Jadi Point Penting dalam Pembentukan BP Investasi Danantara
Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan peluncuran Badan Pengelola Investasi
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan peluncuran Badan Pengelola Investasi di tanah air yaitu Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara.
Anggota Komisi VI DPR, Sartono Hutomo, menekankan pentingnya pemisahan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seiring pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
“Pemisahan aset dengan BUMN menjadi poin penting dalam pembentukan BPI Danantara. Karena dalam BUMN terdapat deviden yang merupakan bagian dari APBN. Jangan sampai seharusnya diperuntukkan untuk PNBP, masuk ke dalam pencatatan BPI Danantara,” ujar Sartono, Jumat (8/11/2024).
Sebelumnya, pembentukan Badan Pengelola Investasi Danantara ini sebagai embrio superholding BUMN yang dirancang akan menaungi tujuh BUMN. Total dana kelolaan Danantara pada tahap awal diestimasi mencapai Rp9.500 triliun.
Sartono melanjutkan, Revisi Undang-Undang atau RUU BUMN juga akan menjadi dasar hukum Badan Pengelola Investasi Danantara.
Selaras itu, kata Sartono, pemetaan aset BUMN juga menjadi sangat penting seiring pembentukan Badan Pengelola Investasi Danantara.
“Karena juga dapat melihat potensi investasi yang bisa didapat dengan manfaat aset tersebut,” jelas Sartono.
Politikus Partai Demokrat ini turut menekankan, pentingnya investasi yang dikelola secara pruden selaras dengan pembentukan Badan Pengelola Investasi Danantara.
“Hal ini agar dapat menghasilkan investasi yang maksimal untuk kemakmuran rakyat dan kemajuan bangsa,” pungkasnya.
Sekedar informasi, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai embrio superholding BUMN dirancang akan menaungi tujuh BUMN dengan aset jumbo. Total dana kelolaan Danantara pada tahap awal diestimasi mencapai Rp9.500 triliun.
Berdasarkan dokumen yang diperoleh, Rabu (6/11/2024), Danantara secara bertahap disiapkan oleh pemerintah sebagai cikal bakal superholding BUMN yang mengonsolidasikan berbagai aset milik perusahaan pelat merah.
Nantinya, Indonesia Investment Authority (INA) akan melebur ke dalam BP Danantara. Proses itu membuat dana kelolaan atau asset under management (AUM) BP Danantara pada tahap awal akan mencapai US$10,8 miliar yang berasal dari INA.
Langkah selanjutnya, sebanyak tujuh BUMN bakal dikonsolidasikan ke dalam BP Danantara. Tujuh perusahaan pelat merah itu adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), dan holding BUMN pertambangan MIND ID.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLAJelang Indonesia Vs Malaysia, John Herdman Ungkap Kondisi 3 Pemain Kunci
hendra·23 menit yang lalu -
KRIMINALLaporan Dugaan Pelecehan Murid Masuk Polisi, ICM Nonaktifkan Guru
hendra·47 menit yang lalu -
-
SEPAKBOLADeretan Bintang Sepak Bola yang Tetap Merumput Meski Mengidap Diabetes
hendra·1 jam yang lalu -
NASIONALJokowi hingga SBY Kenang Jasa Guruh Soekarnoputra: Dedikasi Nyata untuk Seni dan Politik
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Gandeng Pakar IPB Prof Basuki Wasis Usut Karhutla Korporasi di Ogan Ilir
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
INTERNASIONALTingkat Pengangguran Australia Naik ke Level Tertinggi sejak 2021
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALFirman Soebagyo Minta Pasar Rembang Tak Dibongkar Sebelum Ada Kepastian APBN
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
KOMUNITASMahasiswa Sastra Indonesia Didorong Maksimalkan Ruang Kreativitas dan Kolaborasi
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan