nusantaraterkini.co, JAKARTA - Bank Dunia mendorong Indonesia agar dapat mengurangi dominasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan membuka ruang lebih besar bagi persaingan pasar demi keberlanjutan ekonomi.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi VI DPR, Sartono Hutomo meminta pemerintah dapat menegaskan kembali fokus utama setiap BUMN dan memangkas anak usaha yang tidak relevan.
Ia meyakini, dengan kembali ke core bisnis maka perusahaan pelat merah akan lebih efisien dan memberikan dampak nyata bagi sektor strategis negara.
Baca Juga : Diundang Rapat dengan DPD, Menteri Purbaya Bicara Perkembangan Ekonomi Saat ini
“Dengan kembali ke core business BUMN bisa lebih efisien dan memberi dampak nyata bagi sektor strategis negara,” kata Sartono, Kamis (9/10/2025).
Lebih lanjut, Sartono mengingatkan, penataan anak-anak usaha BUMN harus dilakukan secara bertahap dan terukur, bukan sekadar dihapus.
Menurutnya, anak usaha BUMN yang mempunyai potensi sebaiknya diberi ruang tumbuh agar bisa mandiri dan bersaing secara profesional.
Baca Juga : Sosialisasi Perda, HT Milwan: Pesantren Harus Jadi Garda Terdepan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
“Jika sudah kuat, mereka bisa dilepas ke pasar publik, sementara yang tidak produktif sebaiknya ditutup atau dilepas,” ujar politikus Demokrat ini.
Tak hanya itu, Sartono menekankan agarreformasi regulasi jangan berhenti di atas kertas namun juga harus benar-benar dijalankan dan dievaluasi terus-menerus.
Sartono pun tak menampik, banyak peraturan perundangan di Indonesia yang sudah bagus namun macet di tahap pelaksanaan karena birokrasi dan lemahnya pengawasan.
Baca Juga : Soroti Kondisi Industri Baja Nasional, Legislator Dorong Lakukan Perbaikan
“Pemerintah perlu memastikan setiap aturan punya target jelas dan masa berlaku terbatas agar tidak berubah jadi beban permanen,” tegas anggota MKD DPR ini.
Dengan demikian, ia menambahkan, dukungan negara sebaiknya difokuskan pada BUMN yang benar-benar strategis dan memberi manfaat besar bagi perekonomian.
Sartono menegaskan, BUMN yang efisien dan berkontribusi pada layanan publik penting harus dipertahankan.
Baca Juga : Rambu Pembatasan Truk Melintas Resmi Terpasang, Anggota DPR RI Rizal Bawazier Apreasiasi Semua Pihak
“Sementara yang hanya membebani keuangan negara perlu dievaluasi. Dengan cara ini, BUMN bisa tumbuh sehat, transparan, dan berperan nyata dalam pembangunan nasional,” pungkas legislator dapil Jatim ini.
Sebelumnya, Bank Dunia menekankan pentingnya reformasi struktural yang lebih mendalam di Indonesia guna mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Salah satunya adalah mengurangi dominasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan membuka ruang lebih besar bagi persaingan pasar.
(cw1/nusantaraterkini.co)
