Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Koalisi ke Prabowo-Gibran atau Jadi Oposisi, PKB Belum Tentukan Sikap

Editor:  Akbar
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Calon Presiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto menunjukkan salam 2 jari pascapencoblosan pada Pemilu 2024 yang dilaksanakan pada 14 Februari 2024.

Koalisi ke Prabowo-Gibran atau Jadi Oposisi, PKB Belum Tentukan Sikap

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Koalisi ke Prabowo-Gibran atau jadi oposisi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum menentukan sikap akan hal itu. 

Berdasarkan hasil hitung cepat dari beberapa lembaga survei menyatakan Pasangan Calon (Paslon) Capres dan Cawapres Prabowo-Gibran unggul pada urutan pertama dari dua paslon lainnya. 

Baca Juga : DPR Desak Pemerintah Investigasi Independen Kematian Alfarisi di Rutan Medaeng

Sedangkan Anies-Muhaimin yang diusung PKB berada pada urutan kedua dengan selisih suara yang cukup jauh untuk melampaui atau masuk ke dalam zona dua putaran.

“Tidak berbicara masalah PKB ada kesiapan atau melakukan suatu sikap koalisi atau oposisi belum ada sampai sekarang,” kata Ketua DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal seperti dilansir dari laman kompas pada Minggu (18/2/2024).

Ia menegaskan sampai saat ini tahapan Pemilu 2024 belum berakhir. Pihaknya masih fokus pada proses rekapitulasi suara PascaPilpres yang dilaksanakan pada 14 Februari 2024 kemarin.

Baca Juga : PKB ke Ketum Bahlil Lahadalia soal Koalisi Permanen: Baiknya Fokus Bencana Sumatera Dulu

nusantaraterkini.co/uploads/images/202402/image_870x_65d1f0f8da8ee.jpg" alt="">

Ketua Fraksi PKB di DPR RI ini juga mengaku keputusan apakah partainya akan merapat pada kubu Prabowo jika mereka dinyatakan menang Pemilu ditentukan melalui rapat resmi di internal PKB.

Sisi lain, PKB juga harus membahas langkah politik itu dengan partai koalisi pengusung pasangan Anies-Muhaimin yakni NasDem dan PKS. “Belum ada kesimpulan sampai sekarang,” ujarnya.

Baca Juga : Soal Alotnya Pertemuan Prabowo-Megawati, Pengamat: Beliau Sedang Berkontemplasi

Isu keberadaan partai oposisi apabila Prabowo-Gibran diumumkan sebagai pemenang Pilpres mengemuka setelah PDI-P menyatakan siap berada di luar pemerintah. Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menyatakan sebagai negara yang tidak menerapkan sistem parlementer sebenarnya tidak ada istilah oposisi.

Namun, aku Hasto, sepanjang sejarah politik pascareformasi 1998, PDI-P pernah berada di luar pemerintah yakni pada 2004-2009 dan 2009-2014. Di mana, saat itu Partai Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono menang dalam dua Pemilu.

“Ketika PDI Perjuangan berada di luar pemerintah tahun 2004 dan 2009, kami banyak diapresiasi karena peran serta meningkatkan kualitas demokrasi. Bahkan, tugas di luar pemerintah suatu tugas yang patriotik bagi pembelaan kepentingan rakyat itu sendiri,” pungkas Hasto Kristiyanto.

Baca Juga : Indikasi PDIP Bergabung ke Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Prediksi Pengamat

(Akb/nusantaraterkini.co)