Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ketua Bawaslu Toba Pastikan Pembersihan APK Saat Masa Tenang

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
ist

NUSANTARATERKINI.CO, BALIGE -  Badan Pengawas Pemilu Toba memastikan Alat Peraga Kampanye (APK) telah bersih saat masa tenang.

Terkait hal tersebut, Ketua Bawaslu Toba Sahat Sibarani mengatakan, masa tenang berlangsung sejak tanggal 11 hingga 13 Februari 2024. 

Ia juga berrharap pemilu yang akan berlangsung esok hari, Rabu (14/2/2024) berjalan lancar. 

Baca Juga : KPUD Toba Musnahkan Surat Suara Lebih dan Rusak Selama Penyortiran dan Pengepakan

"Jadwal masa tenang itu mulai tanggal 11 hingga 13 Februari 2024. Hari ini, Alat Peraga Kampanye sudah bersih. Semuanya sudah diturunkan," ujar Ketua Bawaslu Toba Sahat Sibarani, Selasa (12/2/2024).

"Nah, mudah-mudahan pemilu kita berjalan lancar pada pemilu 2024 yang akan berlangsung esok hari," terangnya.

Ia juga menyoal penggunaan media sosial sebagai wadah kampanye yang berlangsung hingga masa tenang.

Baca Juga : DPR Tegaskan Reformasi Polri Mengikat, Kapolri Paparkan Arah Transformasi Digital dan Posisi Polri di Bawah Presiden

Pihaknya telah menyurati peserta pemilu sebanyak dua kali agar menonaktifkan seluruh akun media sosial sebagai wadah kampanye pada masa tenang.

"Kami dari Bawaslu sudah mengeluarkan dua kali surat bagi peserta pemilih untuk menonaktifkan seluruhnya akun media sosial," tuturnya.

Baca Juga : Pria Bersimbah Darah di Pemakaman Kristen Patumbak, Diduga Korban Penganiayaan

Ia meminta agar seluruh akun media sosial yang selama ini digunakan untuk kampanye agar dinonaktifkan khsususnya pada masa tenang.

"Di luar itu, mungkin masyarakat yang mesti perlu edukasi soal ini. Pada prinsipnya kita telah meminta dan mengimbau agar hal-hal seperti itu jangan terjadi," sambungnya.

"Kita juga telah mengimbau peserta pemilu dan masyarakat agar tak berkampanye lagi karena kita sudah masuk masa tenang," pungkasnya. 

Baca Juga : Pilkada Tak Langsung Dinilai Curi Kedaulatan Rakyat, Alarm Bahaya bagi Partai Penguasa

(*/nusantaraterkini.co)