Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kemarau di Sumsel Datang Lebih Cepat, BMKG Ingatkan Waspada Kekeringan

BMKG sebut kemarau di Sumsel datang lebih cepat dan kering. Warga diimbau waspada potensi kekeringan hingga Agustus 2026.

Cuaca terik di Kota Palembang, Rabu (25/3/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Cuaca terik di Kota Palembang, Rabu (25/3/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co — Stasiun Klimatologi Kelas I memprakirakan musim kemarau tahun 2026 di wilayah tersebut akan berlangsung lebih kering. Hal ini dipicu awal musim yang datang lebih cepat dari pola normalnya.

“Sekitar 64 persen wilayah mengalami kemajuan hingga dua dasarian atau sekitar 20 hari lebih cepat dari biasanya. Kondisi ini menunjukkan bahwa musim kemarau tahun ini datang lebih awal dari pola normal,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I , Wandayantolis, Rabu (25/3/2026).

Wandayantolis menjelaskan jika awal musim kemarau di Sumsel diprediksi mulai terjadi pada rentang Mei hingga Juni 2026. Berdasarkan data klimatologis periode 1991–2020, sifat musim kemarau tahun ini didominasi kondisi bawah normal, yang berarti akan jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata tahunan.

“Hanya sebagian kecil wilayah yang bersifat normal. Selebihnya lebih kering, sehingga potensi , perlu diwaspadai,” jelasnya.

Pihaknya mencatat, puncak musim kemarau diperkirakan akan melanda mayoritas wilayah Sumatera Selatan pada Agustus mendatang.

“Durasi kemarau diprediksi berlangsung selama 2 hingga 5 bulan, dengan wilayah bagian tengah Sumatera Selatan berpotensi mengalami masa kering terpanjang hingga 15 dasarian,” imbuhnya.

Masyarakat dan pemerintah daerah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serta dampak ikutan lainnya yang muncul akibat minimnya dalam waktu lama.

“Hanya sebagian kecil wilayah yang bersifat normal. Selebihnya lebih kering, sehingga potensi kekeringan perlu diwaspadai. Wilayah bagian tengah Sumsel berpotensi mengalami durasi kemarau terpanjang, ini termasuk durasi yang cukup panjang untuk wilayah Sumatera,” tutupnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait