Kaesang Nilai Debat Terakhir jadi Debat Terbaik Prabowo Subianto
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menilai debat Pilpres kelima menjadi debat terbaik yang ditampilkan capres nomor urut 2 Prabowo Subianto.
Baca Juga : Ungkap Makna Gajah di Logo Baru PSI, Kaesang: Kekuatan Besar yang Tenang dan Berwibawa
"Debat Terbaiknya Pak Prabowo, sangat solutif, ya. Bagus-bagus," kata Kaesang kepada wartawan di Jakarta Convention Center (JCC), dikutip Senin (5/2/2024).
Baca Juga : Gembar-gembor Tentengan Selvi Ananda di acara Kenegaraan, Istri Gibran Pakai Ngemal Pakai Tas Mewah
Kaesang juta menilai Prabowo menunjukkan kebijaksanaan dan kenegarawan hanya untuk masa depan Indonesia agar melangkah lebih baik lagi.
Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran ini menyebut bahwa Menteri Pertahanan Republik Indonesia ke-26 tersebut tidak ragu menyetujui gagasan paslon lain jika itu memang baik untuk masa depan Indonesia.
Baca Juga : Lugas, Pasangan Ondim-Tiorita Unggul di Debat Kedua, Layak Pimpin Kabupaten Langkat
"Emang kita nggak boleh setuju dengan hal-hal yang baik? Bukan masalah," ujarnya.
Baca Juga : Debat Kedua Pilkada Palas, Sekelompok Pendukung Teriak “Pargabus”
Kaesang juga mengapresiasi sikap Prabowo yang selalu mengedepankan persatuan dan kerukunan. Menurut putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini sikap seperti itu harus dimiliki pemimpin Indonesia.
"Ini kan semua rukun, adem, kok malah kecewa. Kita harusnya seneng mereka rukun, adem" gitu," pungkasnya.
Baca Juga : DPR Tekankan Perang Sampah Bukan Seremonial, Kepala Daerah Diminta Tunduk Instruksi Presiden
Seperti diketahui Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar debat kelima atau debat terakhir peserta Pilpres yang hanya diikuti para capres di JCC, Minggu (4/2/2024) malam.
Baca Juga : Prabowo di Rakornas 2026: Indonesia Harus Waspada Hadapi Gejolak Dunia dan Perang Dunia III
Debat tersebut mengangkat tema kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi.
(HAM/nusantaraterkini.co)
