Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kadishub Sumut Ingatkan Pentingnya Keselamatan dalam Modifikasi Bus Pariwisata

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Sofyan Akbar
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kadishub Sumut Agustinus Panjaitan. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sumatera Utara (Sumut), Agustinus Panjaitan mengingatkan para pemilik dan operator bus pariwisata untuk berhati-hati dalam memodifikasi kendaraan.

Hal ini disampaikan lantaran banyaknya bus pariwisata di Sumut yant diduga telah dimodifikasi tanpa mengikuti ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Baca Juga : Pemprov Siapkan 8 Trayek Angkutan ke Stadion Utama Sumut untuk Akses Nonton Piala Kemerdekaan

"Modifikasi ini sering dilakukan tanpa standar yang tepat, dan hal ini dapat membahayakan keselamatan penumpang," ungkapnya kepada wartawan di Medan, pada Rabu (26/6/2024).

Baca Juga : Car Free Night, Pemko Medan Lakukan Penutupan dan Rekayasa Lalulintas, Ini Rutenya

Agustinus menekankan pentingnya mematuhi peraturan dan memodifikasi kendaraan hanya di bengkel karoseri yang terakreditasi. Modifikasi yang tidak tepat dapat mengurangi kestabilan kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

“Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita ciptakan lingkungan transportasi yang aman dan nyaman untuk semua,” ujarnya.

Baca Juga : Truk Tronton Tewaskan Siswa SMA di Pantura Pekalongan, Anggota DPR Desak Sanksi Larangan Truk Sumbu Tiga

Dia mengaku, Dishub Sumut akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap uji kelayakan bus pariwisata dan mengarahkan mereka untuk memasuki terminal. Agustinus juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada dalam memilih bus pariwisata yang telah terjamin keamanannya.

Baca Juga : Ini Kata Dishub Binjai Terkait Rusaknya Sejumlah Traffic Light

Lebih lanjut, Agustinus menjelaskan, merombak bus lama yang sudah tidak beroperasi dapat menimbulkan berbagai risiko. Struktur rangka yang melemah akibat korosi atau kerusakan lain bisa menyebabkan rangka tidak mampu menahan beban dengan baik, meningkatkan risiko kecelakaan.

Selain itu, komponen rem dan suspensi yang aus atau tidak berfungsi dengan baik juga berpotensi menyebabkan kegagalan rem atau ketidakstabilan saat berkendara, terutama pada kecepatan tinggi atau di medan sulit.

Baca Juga : Pembatasan Kendaraan Bertonase Besar saat Arus Balik Nataru, Dishub Sumut Perketat Pengawasan

Agustinus menambahkan, mengubah ketinggian dan ukuran bus tanpa perhitungan yang tepat juga bisa mempengaruhi pusat gravitasi kendaraan, membuatnya lebih mudah terbalik saat berbelok atau dalam kondisi darurat. Sistem kelistrikan yang usang pada bus lama juga berisiko kelebihan beban jika ditambah fitur baru, yang bisa memicu kebakaran atau kegagalan listrik.

Baca Juga : Transportasi PON Banyak Dapat Apresiasi, Agustinus: Kemenhub Konsisten Dukung Pemprov Sumut

"Selain itu, mesin bus lama yang tidak optimal dapat menyebabkan kegagalan mesin di tengah perjalanan, yang sangat berbahaya jika terjadi di tempat yang sulit dijangkau," imbuhnya. 

Dengan berbagai potensi risiko ini, Agustinus berharap para pemilik dan operator bus pariwisata lebih memperhatikan aspek keselamatan demi keamanan penumpang dan pengguna jalan lainnya.

"Mari kita utamakan keselamatan dalam setiap perjalanan," pungkasnya.

(Akb/nusantaraterkini.co)