Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kader Gerindra Tuding PDIP Jebak Prabowo Lewat PPN 12 Persen: "Kau yang Mulai Kau yang Mengakhiri"

Editor:  hendra
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Bendera Gerindra. (Foto: Antara).

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Fraksi Partai Gerindra mengendus adanya upaya menjebak Presiden RI Prabowo Subianto melalui kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen yang akan berlaku 1 Januari 2025 mendatang.

“PPN 12 persen itu diusulkan oleh fraksi PDIP ketika mereka berkuasa. Tapi ketika Prabowo jadi Presiden RI, maka mereka menyalahkan Presiden Prabowo yang wajib melaksanakan undang-undang. Ini kan jebakan,” kata Anggota DPR Fraksi Gerindra, Elnino Mohi dalam keterangannya, dikutip RMOL, Rabu (25/12/2024).

Menurut Elnino, keadaan tersebut sama dengan “kau yang memulai kau yang mengakhiri”.

Baca Juga : Gibran Bertemu SBY, Ungkap Masukan Terkait Tantangan Global

“Bayangkan saja, fraksi itu terus mencari simpati rakyat, tetapi mereka lupa bahwa merekalah yang mengusulkan soal kenaikan PPN 12 persen itu,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa ketua panitia kerja (panja) mengenai kenaikan PPN 12 persen pada waktu itu adalah kader PDIP.

Oleh sebab itu, ia mengatakan bahwa sikap PDIP saat ini, yang memiliki sentimen negatif terhadap keputusan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka soal kenaikan PPN merupakan hal yang tidak layak diperlihatkan kepada publik.

Baca Juga : Fotonya Dicatut di Poster Pilkada, Ini Kata Doel Sumbang

“Mereka minta batalkan, padahal pengusulnya mereka dan bahkan ketua panja adalah kader mereka. Kenapa sekarang ramai-ramai mereka tolak?” tegasnya.

Menurut dia, partai tersebut seharusnya memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo karena bertanggung jawab melaksanakan kebijakan PPN 12 persen tersebut.

“Mereka seharusnya apresiasi Presiden Prabowo karena berani bertanggung jawab atas sebuah kebijakan yang diusulkan DPR dan pemerintahan sebelumnya, termasuk oleh partai itu pada saat itu,” tandasnya.

Baca Juga : Perempuan Dinilai Lebih Rentan jadi Sasaran Jual Beli Suara

(Dra/nusantaraterkini.co).