Nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Sumatera Utara (Sumut) bersama instansi terkait melakukan pengecekan kesiapan jalur lalulintas di sejumlah objek wisata di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.
Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan keselamatan wisatawan serta kelancaran arus lalulintas di kawasan wisata seperti Bukit Sibea-bea, Bukit Holbung, Menara Pandang Tele, dan Air Terjun Efrata.
AKP J Silalahi menyampaikan, pihaknya sudah melakukan survei jalan dan fasilitas parkir di sekitar objek wisata yang harus di perhatikan di Kabupaten Samosir.
"Kita sudah melakukan survei bersama tim, sejumlah titik jalan yang menjadi fokus pengecekan di antaranya Jalan Tele yang memiliki turunan dan tikungan tajam, Jalan Menara Pandang Tele sebagai akses utama menuju destinasi wisata, Jalan Simpang Air Terjun Efrata yang kerap ramai wisatawan, Jalan Simpang Gotting, jalur penghubung utama bagi wisatawan di Kabupaten Samosir", ujarnya, Sabtu (15/3/2025).
Baca Juga: Prabowo Tegaskan THR Karyawan Swasta, BUMN, BUMD Cair Paling Lambat H-7 Lebaran
AKP J Silalahi juga mengatakan, akan membuat penguatan personel dan menyiapkan strategi. Apalagi kapasitas parkir di sekitar Menara Pandang Tele dinilai tidak mencukupi, sehingga direkomendasikan pemanfaatan satu ruas jalan sebagai area parkir untuk mengantisipasi hari libur dan Libur Fitri mendatang
"Perlunya adanya penguatan personel dan menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, perlunya penambahan toilet di Menara Pandang Tele," sebutnya.
Ia juga mengatakan bahwa beberapa titik para pedagang diimbau untuk tidak berjualan karna akan mengakibatkan kemacetan.
Baca Juga: Komisi V Sampaikan Tujuh Catatan untuk Mudik Lebaran
"Salah satunya di simpang menuju jalur alternatif ke Sosor Dolok karena dapat menghambat arus lalu lintas. Rambu-rambu larangan parkir juga perlu ditambahkan, penyedian tong sampah juga perlu di tambah serta area parkir khusus motor di belakang menara. Untuk mengurangi kemacetan diusulkan sistem penjualan tiket online untuk mengurangi antrean wisatawan atau di buat mobil derek untuk mengangkut mobil yang mengalami kesusahan di tanjakan Tele," jelasnya.
Camat Harian Hartopo Manik menyatakan ada empat titik rawan macet di wilayahnya, yakni Bukit Sibea-bea, Air Terjun Efrata, Bukit Holbung, dan Menara Pandang Tele. Tim monitoring akan dibentuk untuk membantu kepolisian mengurai kemacetan.
Pengelola Menara Pandang Tele Insial M mengakui kewalahan menghadapi lonjakan wisatawan saat libur panjang dan berkomitmen menerapkan saran yang diberikan.
"Setiap hari libur panjang kami mengalami kewalahan dalam menghadapi lonjakan wisatawan, apalagi sebentar lagi libur lebaran mungkin akan banyak yang berlibur ke Menara Pandang Tele," sebutnya.
"Maka dari itu perlunya perhatian dan kolaborasi antara pengelola, pemerintah, kepolisian, dishub dan stakholder yang berkepentingan demi terciptanya suasana liburan menyenangkan dan tidak ada kemacetaan. Kami akan berkomitmen menerapkan sadan-saran yang diberikan," tutupnya.
(JAS/Nusantaraterkini.co)
