nusantaraterkini.co, MEDAN - Pihak keluarga Nicolas Saragih (33), salah seorang wartawan media online yang dikabarkan tewas usai jatuh di kamar mandi, meminta kepolisian ungkap penyebab pasti kematian korban.
Hal ini diungkapkan ibu korban, Neti Hutajulu, saat ditemui Nusantaraterkini.co di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan, Jumat (5/9/2025) malam.
Dimana menurut ibu korban, kematian anak bungsunya dari tiga bersaudara ini, dinilai tidak wajar lantaran ditemukan sejumlah luka dibagian kepala, tangan hingga kaki.
Baca Juga : Wartawan di Medan Tewas Usai Jatuh Dari Kamar Mandi, Polisi Lakukan Penyidikan Penyebab Pasti Kematian
"Saya gak percaya anak saya ini tewas karena jatuh dari kamar mandi, sebab ada luka di bagian kepala, tangan sama kakinya yang cukup parah," ujar ibu korban sembari meneteskan air mata.
Untuk itu, Neti (ibu korban) pun berharap agar pihak kepolisian dapat segera mengungkap penyebab pasti kematian korban.
"Saya berharap pihak kepolisian bisa mengungkap penyebab pasti kematian anak saya ini. gak mungkin dia jatuh dari kamar mandi, pasti ini dia meninggal karena dianiaya," mintanya.
Selain itu, Neti juga bercerita, jika tiga hari sebelum Nicolas Saragih dikabarkan tewas, dirinya sempat berkomunikasi melalui telephon untuk meminta anak bungsunya itu pulang ke kampung halaman di kabupaten simalungun.
"Dia ini uda lama gak pulang, tiga hari lalu sempat saya telephon minta dia pulang. Terus dibilangnya iya mak pulang aku nanti. Rupanya seperti ini kejadiannya, pulang dia untuk selamanya," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, jika Nicolas Saragih yang merupakan wartawan di salah satu media online di Kota Medan ini, meregang nyawa sesaat setelah mendapat perawatan di rumah sakit umum Adven akibat terjatuh dari kamar mandi, pada Jumat pagi (5/9/2025).
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Paul M Tambunan, dalam keterangan sebelumnya menyebutkan, jika saat ini pihaknya tengah melakukan penyidikan dengan memeriksa sejumlah saksi.
"Kita masih melakukan penyelidikan, saat ini sejumlah saksi tengah kita mintai keterangan dan sebelumnya juga kita sudah melakukan olah tkp dengan di tempat kos korban," ujarnya, Jumat (5/9/2025) sore.
Hingga malam hari ini, jenazah Nicolas Saragih sendiri, masih berada di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan, untuk dilakukan proses otopsi guna mencari penyebab pasti kematiannya.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
