Nusantaraterkini.co, Medan — Harga jahe dan berbagai bumbu dapur di Pasar MNTC terus mengalami lonjakan, membuat banyak pedagang dan pembeli kelimpungan.
Berdasarkan survei harga terbaru untuk periode 29 September hingga 5 Oktober 2024, harga jahe biasa kini mencapai Rp31.250 per kilogram, sementara jahe merah berada pada kisaran yang sama.
Namun, yang paling mengejutkan adalah harga Andaliman yang melonjak hingga Rp400.000 per kilogram.
Baca Juga : Natal Tetap Semarak meski Harga Andaliman di Pasar MMTC Tembus Rp 600 Ribu per Kg
Bapak Purba, seorang pedagang bumbu yang sudah lama berjualan di Pasar MNTC, mengaku situasi ini sangat berdampak pada bisnisnya.
“Harga bumbu-bumbu sekarang sudah tidak masuk akal, terutama Andaliman. Saya pernah jual Andaliman paling mahal sekitar Rp150 ribu per kilo, sekarang bisa tembus Rp400 ribu. Pembeli jadi makin mikir dua kali untuk beli, dan penjualan jelas menurun," kesahnya kepada reporter Nusantara Terkini (4/10/24).
Baca Juga : Harga Merica Meroket Tembus Rp 150 Ribu Perkilo, Jelang Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah
Kenaikan harga ini juga dirasakan oleh para pelanggan.
Bonur, seorang pelanggan setia yang rutin membeli bumbu di Pasar MNTC, mengungkapkan bahwa kenaikan harga Andaliman dan bumbu lainnya semakin memberatkan.
"Tak terbeli lagi bumbu-bumbu ini, apalagi Andaliman. Harga segini terus, kita jadi susah buat belanja bumbu masakan harian. Dulu bisa beli lebih banyak, sekarang gak bisa dibeli lagi" keluhnya.
Selain Andaliman dan jahe, harga bumbu lainnya juga ikut naik. Kunyit dijual antara Rp11.250 hingga Rp18.750 per kilogram, dan bawang putih mencapai Rp43.750 per kilogram.
Kenaikan harga ini diduga dipengaruhi oleh cuaca buruk yang menyebabkan kurangnya pasokan dari petani.
Bapak Purba menambahkan bahwa selain cuaca, faktor distribusi juga menjadi penyebab kenaikan harga.
"Pasokan dari petani memang berkurang karena cuaca, tapi distribusi juga lebih lambat dari biasanya. Kalau tidak ada solusi cepat, kita takut makin banyak pelanggan yang beralih atau berhenti beli bumbu," ujar Purba.
Pedagang dan pembeli berharap harga-harga bisa segera stabil agar aktivitas jual beli di pasar dapat kembali normal.
(Cw9/Nusantaraterkini.co)
