Nusantaraterkini.co - Sosok Kartika Putri tengah jadi sorotan warganet, usai menantang para capres dan cawapres membaca alquran atau mengaji.
Menurutnya, hal ini dilakukan sebagai acuan untuk memilih presiden dan wakil presiden Indonesia pada pemilu 2024 mendatang.
Baca Juga : GrabMart Meningkat, Pedagang Pasang Promo untuk Tingkatkan Rating Toko
Alih-alih dipuji, pernyataan itu justru menuai reaksi yang tajam dari publik.
Baca Juga : Legislator Harap uu pariwisata atasi kebocoran ekonomi nasional
Beragam kritikan dilayangkan untuk istri dari Habib Usman tersebut.
Pada saat yang sama, hal-hal yang kontroversial mengenai dirinya ikut diungkit.
Baca Juga : Cuaca Ekstrem Global Kian Menggila, DPR Soroti Lemahnya Pengelolaan SDA dan Mitigasi Bencana
Salah satunya mengenai penampilannya sebagai istri dari seorang habib.
Baca Juga : DPR Ingatkan Tata Ruang dan Infrastruktur jadi Kunci Kurangi Banjir
Sejak menikah dengan Habib Usman, Kartika Putri kerap dikomentari negatif soal penampilannya.
Kartika Putri dinilai tidak berpenampilan sederhana.
Belum lagi dengan gaya hidup yang ditunjukkannya ke publik yang juga jauh dari kata sederhana.
Baca Juga : Pria Bersimbah Darah di Pemakaman Kristen Patumbak, Diduga Korban Penganiayaan
Hal ini membuat persoalan terkait uang bulanannya menuai rasa penasaran dari publik.
Kartika Putri sendiri memang tidak terang-terangan soal uang bulanan rutin yang diterimanya.
Namun ia pernah sedikit membeberkan soal uang yang dibelanjakannya.
Uang tersebut juga merupakan pemberian dari sang suami, Habib Usman.
Kisahnya terungkap dalam sebuah vlog tiga tahun lalu.
Dalam momen itu, sang aktris menunjukkan saat dirinya tengah belanja bulanan yang ditemani oleh suaminya.
Secara garis besar, apa yang dibelinya terbilang barang-barang yang umum.
Mulai dari keperluan anak seperti pampers hingga beragam camilan.
Namun jangan salah, jumlah keranjang belanja yang digunakannya mencapai belasan.
Apalagi ia memakai trolly yang berukuran besar.
Usai belanja, Kartika menceritakan bahwa persoalan bayar membayar itu bukan persoalan suami dan istri.
Menurutnya, siapapun yang membayar, itu adalah persoalan kebahagiaan.
"Ada yang suaminya yang bayar, suaminya cemberut atau sebaliknya istrinya yang bayar, istrinya cemberut. Tapi di keluarga kita, siapa yang bayar, itu yang bahagia," ujar Kartika Putri.
Kemudian ia menunjukkan angka yang harus dibayar oleh suaminya.
Tampak angka mencapai Rp10 juta yang harus dibayar dahulu.
"Ini harus dibayar dulu," kata Kartika Putri.
Usai pembayaran pertama diselesaikan, ada pembayaran kedua.
Total belanja yang kedua ini lebih banyak, mencapai Rp17 juta.
"Di sini baru Rp17 jutaan, kita lihat hasilnya sebelah berapa," lanjutnya.
Hanya saja, Kartika tidak menunjukkan hasil dari pembayaran di kasir sebelah. Ia melanjutkan aktivitasnya sembari menggendong anaknya yang saat itu masih balita.
(Sav/nusantaraterkini.co)
Sumber: Suara.com
