Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Inovasi Pengelolaan Sampah Kota Pematangsiantar: Edukasi Lingkungan lewat Briket, Paving Block, dan Maggot

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Ridho Harahap
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pelatihan pengelolaan sampah menjadi produk bernilai tinggi, di Pematangsiantar. (Foto: Ridho Harahap/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, PEMATANGSIANTAR - Dalam upaya menanggulangi permasalahan sampah yang semakin meningkat setiap harinya, Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui Dinas Lingkungan Hidup terus menggencarkan program pengelolaan sampah terpadu.

Salah satu langkah inovatif yang kini tengah dilakukan adalah mendirikan Pusat Pelatihan dan Pengelolaan Sampah Skala Kota.

Di pusat pelatihan ini, sampah yang dikumpulkan dari berbagai wilayah kota tidak hanya dibuang, namun diolah kembali menjadi produk yang bernilai guna tinggi. Sampah organik seperti ranting dan daun kering, kini diolah menjadi briket ramah lingkungan yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Baca Juga : Rahmansyah Sibarani: Penanganan Bencana Merupakan Tanggung Jawab Bersama, Jangan Bermuatan Politik

Briket ini mampu menjadi solusi energi terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Sementara itu, sampah plastik yang selama ini menjadi ancaman serius terhadap lingkungan diproses menjadi paving block yang kuat dan tahan lama.

Hasil inovasi ini tidak hanya mengurangi volume sampah plastik, namun juga membuka peluang ekonomi baru di sektor konstruksi.

Baca Juga : Lahan Tergenang Air Usai Optimalisasi Lahan, Petani Desa Huraba Mengeluh Tak Bisa Bercocok Tanam

Tidak hanya itu, limbah organik juga dimanfaatkan untuk budidaya maggot, atau larva dari lalat Black Soldier Fly yang dikenal pula dengan sebutan lalat tentara hitam.

Maggot memiliki kemampuan luar biasa dalam mengurai limbah organik dengan cepat, serta menghasilkan larva bernutrisi tinggi yang sangat cocok dijadikan pakan ternak, khususnya unggas.

Pusat pelatihan ini juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, melibatkan berbagai kalangan dalam pelatihan pengelolaan sampah, dari pelajar, kader lingkungan, hingga pelaku UMKM. Dengan demikian, kesadaran kolektif terhadap pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan dapat terwujud.

Baca Juga : Harga Cabai Rawit Tetap Naik 70.000/Kg, Resahkan Warga Samosir

"Dengan langkah-langkah inovatif ini, Pemerintah Kota Pematangsiantar berharap dapat menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Pengelolaan sampah bukan lagi sekadar tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh lapisan masyarakat," ucap Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah P3 Dinas Lingkungan Hidup, Manotar Ambarita. 

(rdo/nusantaraterkini.co)