Nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Sejak menjelang Tahun Baru harga cabai rawit melejit naik, harga mencapai 70.000/kg. Kenaikan tersebut menimbulkan kereshan warga khusunya di Pasar Onan Baru, Kec.Pangururan, Kab. Samosir.
Harga cabai rawit sebelum tahun baru seharga 35.000/kg hingga naik di ujung Desember 70.000/kg hingga sekarang.
Kenaikan hargai cabai tersebut diduga akibat tingginya permintaan barang dan cuaca buruk, sehingga pasokan cabai terbatas sehingga menimbulkan kenaikan harga yang melejit naik signifikan.
Baca Juga : Jelang Nataru, Sejumlah Harga Komoditi di Binjai Mulai Merangkak Naik
Seorang pedagang berinisial An sitanggang mengungkap bahwa hargai cabai rawit masih tetap tinggi.
"Sampai saat ini harga cabai rawit terus mahal, padahal sudah lewat tahun baru harga yang kami jual sekilonya seharga 80.000/kg," ujarnya, kamis (9/1/2025).
AN melanjutkan bahwa kenaikan harga cabai rawit ini membuat warga resah dan pasokan juga terbatas.
Baca Juga : Pemprov Sumut Kembali Gelontorkan Cabai Merah, Hasilnya Sudah Mulai Kelihatan
"Harga cabai tetap naik sampai saat ini, kenaikan tersebut membuat warga resah karna harga terlalu tinggi, pembeli juga minta harga di kurangi terus padahal cabe rawit memang mahal. Tak hanya keresahaan pembeli akan harga yang tinggi tetapi pasokan barang masuk juga terbatas," imbuhnya.
Ia juga mengeluhkan bahwa cabai rawit cukup tinggi resikonya kalau lama tak terjual bisa busuk.
"Resiko cabai rawit cukup tinggi, kalau lama tak terjual maka akan cepat busuk.tak hanya itu pembeli pun beralih ke cabe merah, harganya lebih jauh murah seharga 30.000/kg," tutupnya.
(cw8/nusantaraterkini.co)
