Indonesia dan China Terus Perkuat Kerja Sama Pendidikan Vokasi
Kerja sama pendidikan vokasi semakin gencar usai dibentuknya aliansi pendidikan vokasi dan industri kedua negara
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pada awal bulan ini, belasan mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) berangkat ke China untuk mengikuti program perkuliahan selama setahun di Liuzhou Polytechnic University (LZPU) China.
Bukan hanya di Polsri, program pertukaran pelajar seperti ini kian sering dilakukan di tengah hubungan ekonomi China-Indonesia yang semakin kuat.
Tiga bulan sebelumnya, sekolah vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Chengdu Agricultural College (CAC) juga menyepakati kerja sama pendidikan vokasi berbasis riset dan teknologi pertanian modern, salah satunya dalam bentuk pertukaran mahasiswa dan dosen. Kerja sama ini juga melibatkan pelaku industri, yakni Tongwei Agricultural Development Co., Ltd. (TWAD).
Kerja sama antarinstitusi pendidikan di bidang vokasi dan pelaku industri antara Indonesia dan China seperti ini semakin gencar dilakukan setidaknya dalam dua tahun terakhir. Hal ini sejalan dengan hubungan kerja sama ekonomi kedua negara yang kian kuat.
Baca Juga : 28 Program Studi di USU Telah Raih Akreditasi Global
"Ini merupakan bagian dari pembuktian komitmen China dalam kerja sama dengan Indonesia, yakni mereka berjanji untuk melakukan transfer pengetahuan kepada pekerja setempat, salah satunya melalui kerja sama sekolah vokasi ini," kata Muhammad Zulfikar Rakhmat, peneliti sekaligus direktur China-Indonesia di Center of Economic and Law Studies (Celios), kepada Xinhua.
Dalam riset terbaru yang dirilis Celios, pendidikan memang menjadi salah satu dari tiga sektor utama di mana kehadiran entitas China cukup kuat di berbagai daerah di Indonesia dalam setahun terakhir, terutama melalui kerja sama antarlembaga pendidikan.
Kerja sama pendidikan vokasi semakin gencar usai dibentuknya aliansi pendidikan vokasi dan industri kedua negara, yakni China-Indonesia TVET Industry Education Alliance (CITIEA) pada September 2023. Aliansi ini beranggotakan 49 politeknik negeri di Indonesia, 80 institusi pendidikan China, dan 18 perusahaan China.
Baca Juga : Integrasikan AI ke Dunia Pendidikan, Komitmen LSPR dalam Transformasi Digital
Puluhan sekolah vokasi dan pelaku industri kedua negara kemudian menghadiri konferensi kerja sama dan pengembangan pendidikan vokasi Indonesia-China di Jakarta pada April 2024. Pertemuan ini menghasilkan kerja sama baru antara sejumlah institusi pendidikan Indonesia dan China, yang salah satunya berupa program pertukaran mahasiswa.
Pada akhir tahun lalu, CITIEA dan Forum Direktur Politeknik Negeri Indonesia (FDPNI) juga menyepakati nota kesepahaman baru untuk memperkuat kerja sama pendidikan. Salah satu bagian dari kesepakatan tersebut adalah pendirian jurusan terkait kendaraan listrik di sejumlah pendidikan tinggi vokasi di Indonesia.
(zie/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIIHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Investor Cermati Harga Minyak dan Aturan BEI
hendra·6 menit yang lalu -
NEWSRating SPPG MBG Disorot DPR, Keamanan Makanan Anak Harus Jadi Prioritas
hendra·27 menit yang lalu -
EKONOMITata Kelola Gula Dirombak, Pengawasan Impor Rafinasi Didesak
Herman Saleh Harahap·55 menit yang lalu -
SUMSELDampak Fenomena MJO, Wilayah Sumsel Berpotensi Diguyur Hujan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANLayanan Publik Berbasis AI Segera Diterapkan di Medan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSKetua PKK Pasbar Hadiri Rapat Tata Kelola se-Indonesia Barat
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
OLAHRAGAAtlet Taekwondo TNI Raih Medali Perak di Korea Selatan
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NASIONALPeserta MagangHub Batch 2 Diminta Tertib Administrasi Sejak Hari Pertama
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSJelang HUT Ke-81, Pasahli Panglima TNI Sambangi Mantan Panglima TNI
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan