Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Terjatuh di Zona Merah Turun 27,09 Poin ke Level 7.367,15 di Akhir Perdagangan Sesi I Siang Ini

Editor:  Team
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona merah di pasar spot di mana IHSG turun 0,37% atau 27,09 poin ke 7.367,15 hingga akhir perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI).(sumber foto:antara)

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada akhir perdagangan sesi I hari ini. Jumat (13/12/2024) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona merah di pasar spot di mana IHSG turun 0,37% atau 27,09 poin ke 7.367,15 hingga akhir perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI).

BACA: IHSG Berakhir di Zona Merah Turun 0,82% ke Level 7.403,56 di Perdagangan Sesi I Siang Ini

Diperdagangan siang ini, ada delapan indeks sektoral turun bersama dengna IHSG. Sektor kesehatan tumbang 1,49%. Sektor transportasi dan logistik terjun 0,94%. Sektor barang baku tergerus 0,91%. Sektor teknologi terpangkas 0,85%.

Baca Juga : IHSG Menguat 55,57 Poin Bertengger di Level 7.909,63

Sektor barang konsumsi nonprimer melemah 0,74%. Sektor properti dan real estat turun 0,74%. Sektor perindustrian melemah 0,43%. Sektor barang konsumsi primer melorot 0,10%.

BACA: IHSG Terperosok ke Zona Merah Turun 0,33% ke Level 7.440 di Awal Perdagangan Kamis (12/12/2024)

Top gainers LQ45 hingga siang ini adalah:

Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan Menguji Level 7.680 di Perdagangan Selasa (12/8/2025)

PT Indosat Tbk (ISAT) 3,97%
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) 2,37%
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) 1,98%

BACA: IHSG Turun Tipis 0,10% ke Level 7.430 di Awal Perdagangan Selasa (10/12/2024)

Top losers LQ34 terdiri dari:

Baca Juga : IHSG Masih Tertekan Sentimen MSCI, Simak Strategi dan Rekomendasi Saham Senin 2 Februari 2026

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) -2,25%
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) -2,23%
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) -2,10%.

BACA: IHSG Naik 0,33% ke Level 7.409 di Awal Perdagangan Senin (9/12/2924)

Dengan total volume transaksi bursa mencapai 10,07 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 6,32 triliun. Sebanyak 362 saham melemah. Ada 176 saham yang menguat dan 235 saham flat.

Baca Juga : Ketidakselarasan dengan Prabowonomics Dinilai Jadi Pemicu Eksodus Massal Petinggi OJK dan BEI

IHSG tercatat turun 0,21% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG masih menguat 1,30%.

BACA: IHSG Ditutup Bertengger di Zona Hijau Naik 54,94 Poin ke Level 7.437,73 Sore ini

IHSG Ditutup Melemah 70,51 Poin di Akhir Perdagangan Kamis (12/12/2024)

Baca Juga : IHSG Hari Ini Rabu 21 Januari 2026 Berpotensi Lanjut Menguat, Ini Saham Rekomendasi Analis

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 70,51 poin atau 0,94% ke 7.394,23 Pada akhir perdagangan Kamis (12/12/2024).

Direktur PT Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus melihat, penurunan IHSG hari ini lebih disebabkan aksi profit taking para investor. 

Baca Juga : Dilema Ekonomi Indonesia: IHSG dan Emas Menguat di Tengah Ancaman Rupiah Menuju 17.000 ​


“Hal ini dilakukan sembari menunggu pengumuman The Fed pada pekan depan terkait kepastian pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) seperti perkiraan,” ujarnya.

Dengan sentimen tersebut, IHSG diperkirakan masih akan tertekan pada Jumat (13/12). 

Daniel memproyeksikan, IHSG akan bergerak di kisaran level support 7.350 dan resistance 7.420 pada perdagangan Jumat (13/12).

Untuk jangka pendek, investor disarankan untuk mencermati saham BREN, BRMS, dan MAPI dengan target harga masing-masing Rp 8.700 per saham, Rp 460 per saham, dan Rp 1.550 per saham. 

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, terkoreksinya IHSG hari ini disebabkan karena adanya tekanan jual yang dilakukan oleh para investor.

”Kami memperkirakan koreksi yang terjadi hari ini (Kamis) dipengaruhi oleh aksi profit taking, di mana semenjak awal Desember 2024 ini IHSG sudah bergerak menguat cukup signifikan,” ujarnya.

Di sisi lain, investor juga menanti akan kebijakan The Fed ke depannya setelah rilis inflasi Amerika Serikat (AS) yang sejalan dengan ekspektasi pasar dan meningkatnya probabilitas akan penurunan suku bunga. 

Untuk Jumat (13/12), IHSG diperkirakan rawan kembali terkoreksi, meskipun terbatas. Herditya memproyeksikan, IHSG akan bergerak di level support di 7.340 dan resistance 7.457 pada perdagangan hari ini.

“Sentimennya adalah aksi investor yang akan mencermati rilis producer price index (PPI) AS,” tuturnya.

Herditya menyarankan investor untuk mencermati saham BUMI dengan target harga di level Rp 160 - Rp 167 per saham, BRMS di kisaran Rp 458 - Rp 478 per saham, dan WIKA di kisaran Rp 330 - Rp 360 per saham.