Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Tancap Gas Naik 61.220 Poin ke Level 7.174,645 Mengikuti Jejak Bursa Regional

Editor:  Team
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kencang mengawali mengikuti jejak bursa regional.

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Perdagangan Selasa (10/6/2025) pagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kencang mengawali mengikuti jejak bursa regional. 

BACA JUGA: IHSG Diramalkan Cenderung Menguat dengan Resistance di 7.325 dan Support 6.994 Sepanjang Pekan Ini

Berdasarkan data yang dilansir dari RTI, pukul 09.06 WIB indeks naik 0,86% atau 61.220 poin ke level 7.174,645.

Tercatat 263 saham naik, 168 saham turun, dan 220 saham stagnan. Total volume perdagangan 2,7 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 1,9 triliun.

BACA JUGA: IHSG Ditutup Menguat 51,07 Poin ke Level 7.120,11 Siang Ini

Sebanyak delapan sector menopang langkah IHSG pagi ini. Tiga sector dengan kenaikan tertinggi yakni IDX-Techno 2,28%, IDX-Energy 1,54%, dan IDX-Infra 1,02%.

Saham-saham top gainers LQ45:

- PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik 6,20% ke Rp 2.910

- PT Bank Jago Tbk (ARTO) naik 5,11% ke Rp 1.750 

- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) naik 4,87% ke Rp 1.400

Saham-saham top losers lQ45:

- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 5,80% ke Rp 3.250

- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 3,23% ke Rp 3.590

- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turun 2,67% ke Rp 438

Bursa Asia Menguat

Bursa saham Asia-Pasifik menguat pada perdagangan hari ini, seiring optimisme hati-hati investor yang menanti kelanjutan pembicaraan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Pertemuan hari kedua dijadwalkan berlangsung di London, setelah pertemuan awal pada Senin yang melibatkan Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, serta Perwakilan Dagang Jamieson Greer. Delegasi AS bertemu dengan tim China yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri He Lifeng.

Meski belum ada hasil konkret, pasar merespons positif langkah diplomasi ini di tengah ketegangan yang telah meluas dari isu tarif ke pembatasan ekspor logam tanah jarang dan teknologi chip.

"Latar belakang pasar masih akan tetap tidak pasti, mengingat sifat kebijakan dagang yang sangat dinamis," ujar Christian Floro, ahli strategi pasar dari Principal Asset Management dilansir dari CNBC.

Ia juga mengingatkan bahwa volatilitas masih akan terus mewarnai pergerakan pasar dalam waktu dekat.

Dalam catatannya hari ini, Floro menyarankan investor untuk mulai melirik saham-saham yang sebelumnya kurang diminati, khususnya yang berbasis nilai (value-oriented) dan saham internasional.

Ia menilai sektor-sektor domestik seperti utilitas, properti, dan keuangan memiliki ketahanan lebih terhadap guncangan eksternal. Peluang juga disebut muncul di sektor teknologi seperti perangkat lunak dan perusahaan internet.

Di pasar saham regional, indeks utama mencatat kenaikan:

Nikkei 225 Jepang naik 0,92%, sementara indeks Topix menguat 0,5%.

Kospi Korea Selatan menanjak 1%, dan Kosdaq bertambah 0,55%.

CSI 300 China daratan naik tipis 0,19%, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,41%

S&P/ASX 200 Australia juga menguat 0,73%.

(wiwin/nusantaraterkini.co)