Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

IHSG Tertekan Isu MSCI dan Kebijakan HSC, Berikut 4 Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG anjlok 3,64% ke level 4.996,61 akibat sentimen MSCI dan kebijakan HSC. Simak analisis teknikal serta rekomendasi saham INCO, AADI, BUKA, BUVA.

BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)
A A

Nusantaraterkini.co,ย JAKARTA โ€“ Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghadapi tekanan pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Investor mencermati rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) mengecualikan sekitar 80 saham dengan kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan indeks, di tengah kekhawatiran terhadap perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International ().

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai arah pasar masih dipengaruhi perkembangan reformasi pasar modal, terutama implementasi kebijakan terkait saham HSC.

Menurutnya, saham-saham yang masuk kategori tersebut memiliki bobot sekitar 18% terhadap IHSG. Kebijakan pengecualian dari perhitungan indeks diharapkan dapat memperkuat transparansi dan kredibilitas pasar, tetapi tidak serta-merta membuat saham terkait dihapus dari pencatatan bursa.

Pasar kini menunggu kejelasan pelaksanaan kebijakan tersebut serta bukti perbaikan yang dapat meredakan kekhawatiran dan mengurangi risiko arus modal keluar atau capital outflow.

IHSG Anjlok 3,64%, Kembali ke Bawah Level 5.000

Tekanan di pasar saham domestik terlihat pada perdagangan Senin (19/10/2026). IHSG merosot 3,64% ke posisi 4.996,61, setelah bergerak dalam rentang 4.907 hingga 5.013.

Penutupan di bawah level psikologis 5.000 mencerminkan masih kuatnya tekanan jual di pasar. Sentimen negatif turut dipengaruhi kekhawatiran investor terhadap kemungkinan MSCI menurunkan status pasar saham Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market.

Perubahan klasifikasi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memengaruhi minat investor global dan aliran dana ke pasar modal Indonesia.

Analisis Teknikal: IHSG Masih dalam Tren Bearish

Dari sisi teknikal, Reza menilai IHSG masih berada dalam tren bearish setelah menembus ke bawah area neckline di level 6.000. Indikator MACD juga masih berada di zona negatif, dengan momentum pelemahan yang menguat.

BRI Danareksa Sekuritas memetakan level support Fibonacci IHSG di posisi 4.953 dan 4.757. Apabila indeks menembus support 4.953, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju level berikutnya.

Sementara itu, resistance awal berada di level 5.100, dengan resistance lanjutan di 5.340. Selama IHSG belum mampu kembali menembus area resistance tersebut, peluang pemulihan indeks dinilai masih terbatas.

Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan kebijakan BEI, respons MSCI, serta pergerakan IHSG di area support dan resistance untuk mengantisipasi volatilitas perdagangan.

Empat Saham Masuk Rekomendasi BRIDS

Di tengah tekanan pasar, BRI Danareksa Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan Selasa (20/10/2026). Daftar tersebut mencakup tiga saham dengan rekomendasi beli (buy) dan satu saham dengan rekomendasi jual (sell).

Berikut rekomendasi saham berdasarkan riset BRIDS:

1. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

ย  ย Rekomendasi: Buy

ย  ย Harga penutupan: Rp3.620

ย  ย Target harga: Rp3.580โ€“Rp4.000

ย  ย Stop loss: di bawah Rp3.500

2. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)

ย  ย Rekomendasi: Buy

ย  ย Harga penutupan: Rp10.175

ย  ย Target harga: Rp10.428โ€“Rp10.810

ย  ย Stop loss: di bawah Rp9.500

3. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA)

ย  ย Rekomendasi: Buy

ย  ย Harga penutupan: Rp99

ย  ย Target harga: Rp104โ€“Rp108

ย  ย Stop loss: di bawah Rp95

4. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)

ย  ย Rekomendasi: Sell

ย  ย Harga penutupan: Rp372

ย  ย Target harga: Rp361

Pergerakan IHSG pada perdagangan kali ini diperkirakan masih sensitif terhadap perkembangan reformasi pasar modal dan arah kebijakan MSCI. Investor perlu mempertimbangkan risiko volatilitas, menentukan batas kerugian, serta menyesuaikan keputusan transaksi dengan profil risiko masing-masing.

Rekomendasi saham tersebut merupakan pandangan analis berdasarkan kondisi pasar dan bukan jaminan keuntungan.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait