Aturan Saham Rp1 Berlaku, IHSG Melemah 1,51%, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
IHSG turun 1,51% usai aturan saham Rp1 berlaku. Simak analisis teknikal, level support-resistance, dan rekomendasi saham PTBA dari BRIDS hari ini.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi tekanan jual pada awal pekan seiring meningkatnya ketidakpastian pasar dan penerapan kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai batas harga minimum saham Rp1. Kebijakan tersebut diperkirakan turut meningkatkan volatilitas perdagangan, khususnya pada saham berharga rendah.
Pada perdagangan Senin (28/9/2026), IHSG ditutup turun 1,51% ke posisi 6.147,86. Pelemahan indeks terjadi bersamaan dengan tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang bergerak mendekati Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai pemberlakuan batas harga minimum saham Rp1 menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor dalam mencermati pergerakan pasar.
Menurut Reza, masa awal penerapan aturan tersebut berpotensi diwarnai fluktuasi harga yang lebih tinggi, terutama pada saham-saham berharga rendah. Pelaku pasar masih perlu menyesuaikan strategi dengan perubahan rentang harga perdagangan dan mekanisme auto rejection.
Perubahan mekanisme perdagangan tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi dinamika transaksi pada sejumlah saham. Oleh sebab itu, investor perlu mempertimbangkan risiko dan pergerakan harga sebelum mengambil keputusan investasi.
Tekanan IHSG Berasal dari Faktor Domestik dan Global
Pelemahan IHSG pada perdagangan Senin tercermin dari banyaknya saham yang mengalami koreksi. Sebanyak 532 saham ditutup melemah, menunjukkan tekanan jual yang meluas di pasar saham domestik.
Dari dalam negeri, pelemahan rupiah menjadi salah satu faktor yang membebani sentimen investor. Nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar AS turut meningkatkan perhatian pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi dan pergerakan arus modal.
Sementara itu, dari pasar global, sentimen negatif datang dari ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve atau The Fed yang masih cenderung hawkish. Penguatan indeks dolar AS (DXY) di atas level 101 juga menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Ketidakpastian geopolitik akibat ketegangan Amerika Serikat dan Iran turut menjadi perhatian. Risiko gangguan pasokan energi berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global.
Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury turut memengaruhi daya tarik aset berisiko. Kombinasi faktor tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam menentukan posisi investasi.
Analisis Teknikal IHSG: Support 6.110, Resistance 6.185
Dari sisi teknikal, Reza memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi setelah indeks menembus neckline pola Head and Shoulders di level 6.375.
Pola tersebut menjadi salah satu sinyal yang dicermati dalam analisis pergerakan indeks. Di sisi lain, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan momentum bearish, yang mengindikasikan tekanan penurunan belum sepenuhnya mereda.
Dalam kondisi tersebut, area support terdekat IHSG berada di level 6.110. Apabila tekanan jual berlanjut dan indeks menembus level tersebut, support berikutnya berada di kisaran 6.030.
Adapun level resistance terdekat berada di 6.185. Jika mampu bergerak naik melewati area tersebut, IHSG berpeluang menguji resistance selanjutnya pada rentang 6.230–6.270.
Reza mengatakan, pelaku pasar perlu memperhatikan kemampuan IHSG bertahan di area support, sekaligus memantau perkembangan volatilitas selama masa penyesuaian terhadap kebijakan baru BEI.
Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas
Di tengah tekanan pasar, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) turut memberikan rekomendasi saham yang dapat dicermati investor pada perdagangan hari ini.
Berikut rekomendasi saham yang tercantum dalam riset BRIDS:
PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
Rekomendasi: Buy
Harga acuan: Rp3.180
Target harga: Rp3.230–Rp3.350
Stop loss: Belum tercantum dalam informasi riset yang tersedia.
Target harga tersebut merupakan proyeksi dalam rekomendasi analis, bukan jaminan keuntungan. Investor tetap perlu memperhitungkan profil risiko, kondisi pasar, serta perkembangan harga saham sebelum mengambil keputusan transaksi.
Dengan IHSG yang masih berada dalam tekanan, perkembangan nilai tukar rupiah, arah kebijakan The Fed, harga minyak dunia, dan respons pasar terhadap aturan baru BEI menjadi sejumlah faktor yang patut dicermati pada perdagangan selanjutnya.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELAngin Berubah Arah, Kabut Asap Karhutla di Palembang Mulai Berkurang
Rozie Winata·19 menit yang lalu -
POLITIKKunker ke Papua, Yorrys Dorong Percepatan RUU Pelindungan Masyarakat Adat
Rozie Winata·55 menit yang lalu -
POLITIKHendri Satrio Sentil Gibran: Perjalanan Politik Anda Berbeda dengan Jokowi!
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIAturan Saham Rp1 Berlaku, IHSG Melemah 1,51%, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
hendra·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALAleksandar Vucic Mundur dari Presiden Serbia, Siap Maju Jadi PM
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANKapolri: Ruang Digital Butuh Pemuda yang Bijak dan Produktif
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALHari Raya Yahudi Diwarnai Serbuan ke Al-Aqsa, Palestina Serukan Tindakan Internasional
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SEPAKBOLAKlasemen Piala ASEAN FIFA: Indonesia Tempati Posisi Kedua
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
NEWSDirjen PAS Ungkap 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai Aset Negara
hendra·10 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas: Dukungan Suami Kunci Lahirkan Generasi Unggul
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan