Hujan Disertai Angin Selama Dua Hari, 30 Jenazah di Pemakaman Boyolali Longsor
Pemakaman di Dukuh Tumut, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Merbabu longsor.
Nusantaraterkini.co, JATENG - Pemakaman di Dukuh Tumut, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng) yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Merbabu longsor pada Jumat (19/1/2024).
Akibatnya, sebanyak 30 jenazah baik dalam bentuk kerangka maupun masih berkafan dan peti mati ikut terbawa longsor.
Camat Selo Bambang Suratno membenarkan kejadian longsor di pemakaman Dukuh Tumut. Sebelum terjadi longsor, di daerah itu dilanda hujan selama dua hari tanpa henti disertai angin.
Kejadian itu bersamaan dengan longsornya tebing di Jalan Solo-Selo-Borobudur (SSB) Dukuh Tritis, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.
"Kejadiannya malam Jumat (Kamis malam). Jadi hujan dimulai pada hari Rabu. Rabu itu sudah hujan tidak henti disertai angin sampai kejadian itu (longsor)," kata Bambang dikutip dari Kompas.com, Kamis (25/1/2024).
Dia mengatakan lokasi pemakaman berada di tebing. Diduga tanah tidak kuat menahan beban karena pemakaman itu banyak dibangun nisan dan cungkup akhirnya mengalami longsor.
"Karena posisi makam di tebing ditambah lagi dengan nisan sama di situ ada cungkup. Menambah beban tanah akhirnya tidak kuat menahan beban akhirnya longsor. Di situ ada 30 jenazah baik dalam wijud kerangka maupun dalam masih berkafan maupun peti mati itu ikut terdampak," ungkap dia.
Bambang mengatakan 30 jenazah dalam bentuk kerangka maupun masih berkafan telah kembali dimakamkan oleh warga secara massal.
Warga menggali tanah untuk memakamkan kembali jenazah atau kerangka terdampak longsor.
"Jenazah dalam bentuk kerangka muapun masih berkafan dimakamkan kembali warga secara massal. Jadi satu lubang untuk beberapa kerangka dan beberapa jenazah," terang dia.
Bambang menambahkan ada beberapa peti mati dan kerangka jenazah tidak ikut longsor, namun terlihat. Beberapa kerangka jenazah dan peti mati itu dibiarkan tidak ikut diambil karena berpotensi longsor.
"Makanya hanya ditutupi plastik (untuk menutupi beberapa kerangka jenazah dan peti mati yang terlihat)," terang Bambang.
Mengingat hujan diperkirakan masih akan terus terjadi, pihaknya meminta kepada warga yang anggota keluarganya ada yang dimakamkan di pemakaman itu untuk mengganti nisan atau cungkup dengan patok.
"Kemarin saya ke warga itu untuk nisan-nisan yang berat diganti patok. Jadi tidak nisan besar-besar. Kemudian untuk cungkupnya tidak terbuat dari semen. Kemarin saya anjurkan untuk dibongkar," terang Bambang.
Bambang menerangkaan longsornya pemakaman di Dukuh Tumut, Jrakah, Selo baru pertama kali terjadi. Pihaknya telah melaporkan kejadian itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali.
"Baru pertama kali ini (pemakaman longsor). Karena memang curah hujan tinggi dan beban berat nisan dan cungkup. Kemarin sudah kita laporkan ke BPBP," katanya. (rsy/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
EKONOMIHarga Emas Antam Naik Tipis ke Level Rp2.565.000 Per Gram, Cek Daftar Lengkapnya!
Rozie Winata·48 menit yang lalu -
INTERNASIONALSerangan Rudal Houthi Hantam Istana Presiden Yaman, Lima Tewas
Herman Saleh Harahap·53 menit yang lalu -
EKONOMIDasco, Rosan, hingga Kapolri Sambangi BEI Menyusul Anjloknya IHSG dan Pembekuan Perdagangan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANDampak Kabut Asap, Pemko Medan Terapkan PJJ Hingga 21 Oktober
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KRIMINALPolisi Buru Pelaku Pencurian Mobil Truk di Gudang Martubung
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOGubernur Terima Kunjungan Kapolda Sumsel yang Baru, Bahas Proyek Strategis hingga Keamanan Wilayah
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
NEWSDua Perempuan Sumut Sukses Buat MK Perintahkan DPR dan Presiden Rombak UU Peradilan Militer
hendra·1 jam yang lalu -
-
Semua berita sudah ditampilkan