Aktivis Dianiaya saat Akan Unjuk Rasa, PPMSU Minta Polres Langkat dan Polda Sumut Segera Tangkap Otak Pelaku
Persatuan Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Utara (PPMSU) melalui Ketua Umum Randi Permana meminta agar Polres Langkat dan Polda Sumatera Utara segera men
nusantaraterkini.co, MEDAN – Persatuan Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Utara (PPMSU) melalui Ketua Umum Randi Permana meminta agar Polres Langkat dan Polda Sumatera Utara segera menangkap otak pelaku penganiayaan sejumlah aktivis yang terjadi di Kabupaten Langkat.
"Kami sangat berharap Polres Langkat dan Polda Sumut secepatnya mengungkap dan menangkap otak pelaku penganiayaan terhadap sejumlah aktivis yang saat itu akan menggelar aksi unjuk rasa di kantor PDAM Tirta Wampu Langkat," ujar Randy
Dikatakan Randi, dalam kasus penganiayaan ini, Polres Langkat telah berhasil menangkap lima pelaku. Artinya, lanjut Randi, dengan adanya lima pelaku yang ditangkap, tentu hal ini memudahkan langkah Polres Langkat untuk mengungkap dan menangkap otak pelaku.
"Kami sebagai korban sudah memberikan keterangan kepada penyidik Polres Langkat. Saat ini sudah lima pelaku katanya diamankan, ini jelas membuka sedikit tabir untuk ke arah pengungkapan dan menangkap otak pelaku," terangnya.
"Aksi penganiayaan yang dilakukan sekelompok orang kepada sejumlah aktivis kami duga ada hubungannya dengan aksi unjuk rasa yang akan kami gelar di kantor PDAM Tirta Wampu langkat. Sebab peristiwa itu terjadi saat sejumlah aktivis tengah bersiap untuk menuju kantor PDAM Tirta Wampu langkat," sambung Randi.
Sebelumnya, sejumlah aktivis Sumatera Utara menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang yang diduga merupakan anggota geng motor. Bahkan korban bernama Randi Permana ini sempat diancam akan di bunuh.
Peristiwa itu terjadi saat korban Randi Permana yang merupakan penanggungjawab aksi unjuk rasa yang juga Ketua Umum Persatuan Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Utara (PPMSU) akan menggelar aksi di depan kantor PDAM Tirta Wampu Langkat bersama rekan aktivis lainnya untuk meminta agar Bupati Langkat H. Syah Affandin memecat Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Wampu Langkat Hermansyah Sukendar Harahap, SH karena diduga menjual aset perusahaan tanpa izin.
Saat berapa di Taman Budaya T. Amir Hamzah, Randi dihadang puluhan orang yang diduga anggota salah satu organisasi masyarakat (Ormas) yang ada di Kabupaten Langkat.
"Saya dihadang ada sekitar 30 puluh orang. Saya yakin mereka merupakan orang suruhan salah satu organisasi masyarakat (Ormas) di Kabupaten Langkat," jelas Randi.
Di lokasi tersebut, kata Randi, dirinya mengalami penganiayaan, kepalanya dipukul menggunakan batu. Bahkan, satu dari pelaku mencoba menusuknya dengan besi panjang.
"Kepala saya dipukul pakai batu sampai akhirnya robek dan mengeluarkan darah. Bahkan saya hampir ditusuk besi oleh salah satu pelaku, namun saya mengelak," bebernya.
Meski sempat mendapatkan penganiayaan, namun Randi bersama rekan aktivis lainnya tetap melakukan aksi unjuk rasa ke PDAM Tirta Wampu Langkat.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
HUKUM DAN KRIMINALKencan Pertama Berujung Apes, Mahasiswa di Tangerang Kehilangan Motor Usai Kenalan Wanita di Instagram
hendra·54 menit yang lalu -
NEWSPPMSU Siapkan Aksi ke Kafe Satuan.co Binjai, Oza Hasibuan Sebut Acara Halloween Tak Miliki Izin
hendra·1 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALKejagung Geledah 6 Lokasi Kasus Korupsi Tambang Nikel Sultra, Sita Uang Rp11,8 Miliar
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKetua DPD Terima Delegasi Tatarstan, Jajaki Peluang Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Rusia
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
SUMSELDPR RI Soroti Rendahnya Penyerapan KUR di Sumsel dan Dorong Percepatan Kawasan Industri
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSBobby Nasution Diminta Hentikan Sementara Proyek Turap Sungai di Tapteng, Besi Berkarat Jadi Sorotan
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSPemkab Nias Selatan Finalisasi Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian, Ini 5 Poin Penting Hasil FGD
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan