Hensa: Presiden Perlu Dengarkan Akademisi dan Rakyat, Bukan Hanya Pengusaha
Hensa meminta Presiden Prabowo mendengar akademisi dan rakyat, tidak hanya pengusaha, agar kebijakan ekonomi lebih objektif dan berpihak.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Analis Politik Hendri Satrio menilai langkah Presiden Prabowo Subianto berdialog dengan para pelaku usaha merupakan hal yang positif. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah juga membuka ruang komunikasi dengan kalangan akademisi dan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Hensa sebagai tanggapan atas pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang menyebut para pelaku usaha mengapresiasi ketahanan ekonomi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Pertemuan itu positif karena Presiden bisa mendengar langsung masukan dari para pengusaha. Tetapi selain pengusaha, Presiden juga harus mendengarkan akademisi dan rakyat kecil," ujar Hensa, Rabu (5/8/2026).
Menurut Hensa, pandangan pelaku usaha umumnya berangkat dari kepentingan dunia bisnis. Karena itu, pemerintah juga membutuhkan analisis yang objektif dari kalangan akademisi serta gambaran kondisi riil masyarakat sebagai bahan evaluasi kebijakan.
Ia menegaskan apresiasi dari kelompok tertentu tidak serta-merta mencerminkan kondisi ketahanan ekonomi masyarakat secara menyeluruh.
"Kalau mau mengklaim ekonomi kita kuat, uji data itu bersama para pakar, lalu buktikan kondisinya di pasar tradisional. Jangan sampai ketahanan ekonomi hanya terlihat indah dalam laporan, sementara daya beli masyarakat menengah ke bawah justru masih tertekan," katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa para pelaku usaha memberikan respons positif terhadap berbagai kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi global.
Meski demikian, Hensa mengingatkan pemerintah agar tidak cepat berpuas diri hanya karena memperoleh apresiasi dari kalangan dunia usaha.
"Pemerintah tidak boleh cepat puas hanya karena mendapat apresiasi dari segelintir kelompok. Jika pemerintah hanya mendengar kelompok atas dan mengabaikan suara masyarakat di bawah, bukan tidak mungkin fondasi ekonomi yang dinilai kuat ternyata rapuh di tingkat akar rumput," pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIHarga Pangan Melonjak, Imas Aan Desak Kemendag Segera Lakukan Pengendalian
Herman Saleh Harahap·56 menit yang lalu -
TRAVELPemprov Sumut Ajukan Megalitik Nias Selatan Jadi Warisan Dunia
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSAnggota DPR Siap Fasilitasi Hak Pekerja Korban Kecelakaan Kerja PT Daehyun
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NASIONALMenhan Sjafrie Kumpulkan Pejabat Kemhan Bahas Potensi Ancaman Strategis
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMSELKapolda Sumsel Gelar Subuh Keliling dan Bagikan 300 Sembako di Gandus
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
E-SportKalahkan TLID 3-2, NAVI Melaju Grand Final MPL ID Season 18
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PENDIDIKANWamenaker Dorong Sinergi Kampus dan Industri Atasi Kesenjangan Keterampilan
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWS25,16 Juta Warga Bakal Dapat Rekening Gratis Saldo Rp50 Ribu, Ini Syarat dan Jadwalnya
hendra·10 jam yang lalu -
-
Semua berita sudah ditampilkan