Hensa Apresiasi Profesionalisme Petugas Pajak Usai Penuhi Klarifikasi Terkait Podcast Ferry Latuhihin
Hensa mengapresiasi profesionalisme petugas Ditjen Pajak usai memenuhi klarifikasi terkait podcast bersama Prof Ferry Latuhihin.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI sekaligus analis komunikasi politik, Hendri Satrio, memenuhi panggilan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan terkait pemeriksaan perpajakan ekonom Prof Ferry Latuhihin. Klarifikasi tersebut berkaitan dengan kehadiran Ferry sebagai narasumber dalam podcast di kanal YouTube milik Hendri.
Usai menjalani proses klarifikasi, Hendri yang akrab disapa Hensa menyampaikan apresiasi terhadap profesionalisme petugas Ditjen Pajak. Menurutnya, pemeriksaan berlangsung sesuai prosedur dan berfokus pada substansi yang diperlukan.
"Saya kagum sama petugas Dirjen Pajak. Mereka tidak melebar ke mana-mana, sangat profesional, dan fokus pada apa yang memang dicari. Terlepas dari berbagai polemik yang berkembang, petugas hanya menjalankan tugasnya," ujar Hensa, Kamis (6/8/2026).
Hensa menilai keputusannya memenuhi panggilan merupakan langkah yang tepat. Ia mengatakan proses klarifikasi berlangsung singkat tanpa adanya pertanyaan di luar pokok persoalan.
Menurut Hensa, pertanyaan yang diajukan hanya berkaitan dengan bentuk apresiasi yang diberikan kepada Prof. Ferry sebagai narasumber podcast.
"Sebenarnya pertanyaannya hanya satu, apakah Prof. Ferry diberikan honor atau tidak," katanya.
Menjawab hal tersebut, Hensa menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan honor dalam bentuk uang kepada narasumber podcast. Sebagai bentuk penghargaan, ia hanya memberikan buah atau cookies.
"Saya tidak pernah memberikan uang. Semua narasumber hanya diberi pilihan buah atau cookies. Saya ingat, waktu itu Prof Ferry saya berikan cookies," ungkapnya.
Ia menambahkan, nilai bingkisan tersebut berkisar antara Rp125 ribu hingga Rp150 ribu. Menurutnya, bentuk apresiasi disesuaikan dengan latar belakang narasumber.
Hensa juga menegaskan dirinya memilih bersikap kooperatif karena meyakini pemanggilan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas otoritas perpajakan.
"Saya datang karena petugas pajak hanya menjalankan kewajibannya. Kita juga cukup datang dan memberikan penjelasan yang dibutuhkan," tuturnya.
Sebelumnya, Prof Ferry Latuhihin mengaku mendapat surat pemeriksaan dari Ditjen Pajak terkait dugaan kepemilikan sejumlah kendaraan yang disebut belum dilaporkan dalam administrasi perpajakan. Ferry menduga pemeriksaan tersebut berkaitan dengan kritik yang selama ini disampaikannya terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLAJadwal Lengkap Super League dan Championship Indonesia Hari Ini
Herman Saleh Harahap·52 menit yang lalu -
EKONOMIMenaker: Ekonomi Sirkular Buka Peluang Jutaan Lapangan Kerja Baru
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANNihayatul Wafiroh Dorong Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan ke Dunia Kerja
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
PERISTIWAPenembakan Massal di Krakow Polandia Tewaskan Enam Orang
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSKapolri Didesak Buka Daftar Korban Penyadapan yang Seret Mantan Petinggi Polri
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PERISTIWATNI Temukan Black Box M-17 yang Jatuh Saat Tugas Karhutla
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
E-SportMPL ID Season 18: BTR Tumbangkan TLID 4-3, Melaju ke Grand Final
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
-
INTERNASIONALIran-AS Kembali Memanas! Dua Rudal Hantam Pulau Qeshm, Trump Akui Serangan Terbatas
hendra·11 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTegur Suami Gegara Judi, Istri di Jakbar Dianiaya hingga Disundut Bara Rokok
hendra·11 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan