Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Senin (25/11/2024) harga emas spot naik tipis mendekati level tertinggi dalam tiga minggu terakhir.
Kenaikan ini didukung oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan permintaan aset safe haven di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Baca Juga : Rupiah Lanjutkan Tren Penguatan, Dolar AS Tertekan di Level Rp16.760
Investor kini menantikan lebih banyak data ekonomi untuk mendapatkan gambaran lebih jelas terkait kebijakan suku bunga The Fed.
BACA: Bursa Saham Asia Pasifik Bertengger di Zona Hijau, Saham Australia Sentuh Rekor Tertinggi
Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,2% menjadi US$2.719,19 per ouns troi pada pukul 0014 GMT, memperpanjang tren kenaikan untuk sesi keenam berturut-turut.
Baca Juga : Rupiah Menguat di Awal Pekan, Dolar AS Tertekan ke Rp16.770
Kontrak berjangka emas AS meningkat 0,3% menjadi US$2.721,10 per ons troi.
Indeks dolar AS melemah 0,5%, sehingga meningkatkan daya tarik emas bagi pemegang mata uang lain.
Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun juga menurun, memberikan dorongan tambahan pada harga emas.
Baca Juga : Harga Emas Antam Hari Ini 4 Februari 2026 Melonjak Drastis ke Rp2.946.000 per Gram!
Ketegangan geopolitik memanas setelah Hezbollah meluncurkan roket ke Israel pada Minggu (24/11), menyusul serangan udara Israel di Beirut yang menewaskan sedikitnya 29 orang. Kerusakan dilaporkan terjadi di dekat Tel Aviv.
Di Rusia, dua misil Ukraina dan 27 drone dihancurkan di wilayah Kursk, menurut gubernur setempat.
Baca Juga : Harga Emas Tahun 2026 Masih Bullish
Situasi seperti ini biasanya meningkatkan minat pada emas sebagai aset perlindungan selama periode ketidakpastian geopolitik dan risiko ekonomi.
Pasar saat ini memproyeksikan peluang 51% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh The Fed pada bulan Desember, menurut alat prediksi FedWatch dari CME Group.
Baca Juga : Rupiah Bergerak Fluktuatif, Berpotensi Ditutup Melemah di Kisaran Rp16.800 per Dolar AS
Data penting minggu ini, termasuk notulen rapat November FOMC, revisi pertama data PDB AS, dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut terkait prospek suku bunga.
Sentimen konsumen AS dilaporkan meningkat selama empat bulan berturut-turut pada November, dengan peningkatan terbesar di kalangan pendukung Partai Republik setelah kemenangan Donald Trump.
Di pasar Asia, premi emas di India melemah pekan lalu akibat kenaikan harga lokal yang menekan permintaan, sementara minat pada emas di China dan pasar Asia lainnya tetap rendah.
Baca Juga : Dolar AS Menguat Tipis di Awal 2026, Pasar Masih Sepi Transaksi
Sementara itu, untuk logam lainnya, harga perak spot naik 0,2% menjadi US$31,39 per ons troi.
Platinum naik 0,34% ke $966,88 per ons troi dan palladium bertambah 0,8% menjadi US$1.017,28 per ons troi.
Kondisi pasar yang didorong oleh faktor makroekonomi dan geopolitik ini diperkirakan akan terus memengaruhi tren emas dan logam mulia lainnya dalam jangka pendek.
(nusantaraterkini.co/win)
