Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Harga Emas Spot Naik 1,1% Bertengger di Level US$ 3.373,89 Per Troi Ons 

Editor:  Team
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
harga emas spot naik 1,1% menjadi US$ 3.373,89 per troi ons pada pukul 13.31 waktu New York. Sementara kontrak berjangka emas Amerika Serikat ditutup menguat 1,1% di level US$ 3.418,50.

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (22/8/2025) harga emas spot naik 1,1% menjadi US$ 3.373,89 per troi ons pada pukul 13.31 waktu New York. Sementara kontrak berjangka emas Amerika Serikat ditutup menguat 1,1% di level US$ 3.418,50.

Baca Juga : Harga Emas Spot Naik Tipis 0,1% Bertengger di Level US$3.340,71 Per Troi Ons

Harga emas spot menguat terdorong meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September 2025.

Harapan ini mencuat setelah pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell dalam simposium tahunan Jackson Hole.

Baca Juga : Harga Emas Spot Hampir Tak Berubah Masih Bertengger di Level US$3.336,66 Per Troi Ons

Melemahnya dolar AS sebesar 1% turut menopang kenaikan harga emas, karena membuat logam mulia ini lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Powell dalam pidatonya menyatakan bahwa perubahan keseimbangan risiko dapat mendorong penyesuaian kebijakan moneter. Namun, ia belum secara eksplisit berkomitmen terhadap pemangkasan bunga.

Baca Juga : Harga Emas Antam Turun Rp7.000 Berada di Rp 1.917.000 di Perdagangan Rabu (13/8/2025)

Powell menekankan adanya risiko pelemahan pasar tenaga kerja, di sisi lain tetap mewaspadai tekanan inflasi yang masih tinggi.

“Dalam pidato kedelapannya sekaligus terakhir di Jackson Hole, Powell mengejutkan pasar yang tengah cemas, dengan membuka jalur cepat menuju pemangkasan bunga September. Hal ini mendorong reli di hampir seluruh kelas aset, termasuk emas,” ujar Tai Wong, analis independen pasar logam.

Baca Juga : Harga Emas Antam Melorot Rp6.000 Dibanderol

Ia menambahkan, penting untuk melihat apakah emas mampu menembus dan bertahan di atas level US$ 3.400 dalam beberapa hari mendatang.

Menurut CME FedWatch, probabilitas pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada September kini naik menjadi 85%, dari sebelumnya 75% sebelum pidato Powell.

Baca Juga : Harga Emas Antam Melorot Rp 21.000 Dibanderol Rp1.924.000 Per Gram

Meski demikian, The Fed masih akan sangat bergantung pada data ketenagakerjaan dan inflasi yang akan dirilis sebelum rapat kebijakan 16-17 September.

Emas umumnya tampil baik di era suku bunga rendah, mengingat aset ini tidak memberikan imbal hasil sehingga relatif lebih menarik dibandingkan instrumen berbunga.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada Jumat (22/8) menyatakan akan memecat Gubernur The Fed Lisa Cook jika ia tidak mengundurkan diri.

Langkah ini semakin memperlihatkan upaya Trump untuk memperkuat pengaruhnya terhadap bank sentral AS.

Permintaan emas fisik di Asia pekan ini masih lesu akibat volatilitas harga, meski permintaan perhiasan di India mulai pulih menjelang musim festival.

Sementara itu, harga logam mulia lain juga kompak menguat: perak naik 2,2% ke US$ 39,01 per troi ons, platinum menguat 0,7% ke US$ 1.362,90, dan paladium naik 1,4% menjadi US$ 1.125,53.