Harga Emas Spot Hampir Tak Berubah Masih Bertengger di Level US$3.336,66 Per Troi Ons
harga emas stabil namun diproyeksikan mengalami penurunan mingguan setelah data inflasi panas menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga.
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada Perdagangan Jumat (15/8/2025) harga emas stabil namun diproyeksikan mengalami penurunan mingguan setelah data inflasi panas menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga.
Baca Juga : Harga Emas Berjangka AS Naik 0,6% di Level US$ 3.453,70 Per Ons
Sementara perhatian pasar bergeser ke pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Melansir Reuters, harga emas spot hampir tak berubah di level US$3.336,66 per troi ons pada pukul 13:40 EDT (17:40 GMT) dan tercatat turun 1,8% untuk pekan ini. Kontrak berjangka emas AS ditutup hampir datar di $3.382,6.
Baca Juga : Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp9.000 Dibanderol Rp1.950.000 Per Gram
Dolar AS melemah, membuat komoditas yang dihargakan dalam dolar lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.
Data pada Kamis (14/8) menunjukkan harga produsen AS naik paling tinggi dalam tiga tahun pada Juli.
Baca Juga : Harga Emas Spot Naik 0,1% Melanjutkan Reli Kenaikan Selama Lima Sesi Berturut-turut
Pelaku pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga 25 basis poin oleh Federal Reserve pada September kini 89,1%, turun dari sekitar 95% sebelum data tersebut dirilis.
emas" class="article-tag-link" rel="tag">Harga emas, yang tidak memberikan imbal hasil, sempat turun setelah data inflasi keluar, dengan emas spot menutup sesi 0,6% lebih rendah.
Baca Juga : Harga Emas Antam Melonjak Rp13.000 Berada di Level Rp1.959.000 Per Gram
“Meski emas" class="article-tag-link" rel="tag">harga emas stabil pada Jumat, risiko penurunan bisa muncul tergantung hasil KTT antara Trump dan Putin di Alaska,” kata Lukman Otunuga, analis senior FXTM.
Trump bertolak ke Alaska untuk menghadiri KTT yang ia sebut “high-stakes” guna membahas gencatan senjata di Ukraina.
Ketidakpastian geopolitik dan suku bunga rendah umumnya mendorong permintaan emas.
Analis ANZ menilai risiko makroekonomi dan geopolitik akan meningkat pada paruh kedua tahun ini, memperkuat daya tarik emas sebagai aset aman.
“Prospek bullish emas tetap terjaga, didukung kemungkinan kenaikan tarif, perlambatan ekonomi global, pelonggaran kebijakan moneter AS, dan pelemahan dolar AS yang berkelanjutan,” kata ANZ.
Data lain menunjukkan penjualan ritel AS meningkat solid pada Juli, meski pasar tenaga kerja yang melunak dan harga barang yang tinggi bisa menahan pertumbuhan belanja konsumen pada kuartal III.
Harga perak spot turun 0,1% menjadi US$37,96 per troi ons dan turun 1% untuk pekan ini.
Platinum kehilangan 1,5% menjadi US$1.336,80, sedangkan paladium turun 2,6% menjadi US$1.116,52.
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
INTERNASIONALUnik! Makam Kuno Era Romawi Berbentuk Piramida Ditemukan di Mesir
Rozie Winata·52 menit yang lalu -
KESEHATANWaspada! 27 Kasus Influenza A Terdeteksi di Medan dan Deliserdang
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel dan Bhayangkari Gelar Bakti Sosial di Pulau Borang Banyuasin
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANSakit Hati Ditalak, Istri Laporkan Suaminya ke Poldasu
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOTarget Semifinal FIFA ASEAN Series, Habib Syarief Soroti Regenerasi dan Strategi Timnas
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
SUMSELDiselimuti Asap Karhutla, Kualitas Udara Palembang Kembali Masuk Zona Merah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALNanan Desak Investigasi Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Dibuka Transparan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALDirektur Reskrimum Ungkap Alasan Panggil Ketua DPRD Sumut Terkait Kasus Dhody Thahir
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
SUMUTJaga Kondusifitas dan Keamanan, PN Sibolga Tunda Eksekusi Perkara Perdata
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan