Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Harga Emas dan Perak Melambung Didorong Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi emas batangan.

Nusantaraterkini.co,MEDAN-Harga emas dunia di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange melonjak tajam pada penutupan perdagangan Jumat (28/11/2025) waktu setempat, mencapai level tertinggi dalam dua pekan. Kenaikan signifikan ini dipicu oleh ekspektasi pasar yang semakin kuat bahwa Federal Reserve AS (The Fed) akan segera memangkas suku bunga pada bulan depan.

Tak hanya emas, pasar perak juga mencuri perhatian, dengan logam putih ini bahkan mencetak rekor tertinggi baru di tengah euforia pasar.

Baca Juga : Emas Melonjak Lebih dari 1 Persen, Pasar Bertaruh Kuat pada Pemangkasan Suku Bunga The Fed


​Lonjakan ini didorong oleh analisis fundamental yang menyebut bahwa prospek suku bunga rendah meningkatkan daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan bunga.

Kepala Strategi Komoditas Global di TD Securities, Bart Melek, menjelaskan bahwa keyakinan ini telah menarik kembali investor ke pasar logam mulia.

“Ekspektasinya adalah kita akan terus mengalami perlambatan ekonomi menuju 2026, dan Federal Reserve sangat mungkin memangkas suku bunga, yang mendorong sebagian investor kembali ke emas,” jelas Bart Melek, seperti dilansir RMOL.

Secara historis, emas memang tampil cemerlang di lingkungan suku bunga rendah karena biaya peluang memegang aset seperti emas menjadi lebih kecil dibandingkan memegang obligasi atau Dolar AS.

Emas spot memimpin kenaikan, melonjak 1,3 persen menjadi $4.210,94 per ounce. Kenaikan kuat hari Jumat ini memperkuat tren positif, menempatkan emas di jalur kenaikan mingguan 3,6 persen dan penguatan bulanan 5,2 persen, sekaligus menandai kenaikan bulanan yang keempat berturut-turut.

Baca Juga : Harga Emas Antam Hari Ini 28 November 2025: Turun Tipis ke Rp2.383.000 per Gram 

Sementara itu, perak mencatat rekor tertinggi baru di $56,78 per ounce, dengan lonjakan fantastis sebesar 6,1 persen. Logam mulia lainnya, Platinum, juga melambung 4 persen menjadi $1.672,50 Dolar AS, mencatat kenaikan mingguan 10,7 persen, dan paladium turut menguat 0,8 persen menjadi $1.450,16 Dolar AS.

Namun, fenomena lonjakan harga ini mulai berdampak negatif di Asia. Di India, meskipun musim pernikahan telah tiba, tingginya harga emas yang mahal mulai menekan pembelian ritel, sementara di Tiongkok, penghapusan pengecualian pajak pada pembelian emas juga meredam minat konsumen domestik.

(*/Nusantaraterkini.co)