Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Harga Bawang Anjlok, Petani di Tongging Hanya Cukup untuk Biaya Operasional

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Elvrida Lady Angel Purba
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Petani Bawang Merah di Tongging (Istimewa)

Nusantaraterkini.co, Medan– Para petani bawang di Desa Tongging, Kabupaten Karo, kini tengah menghadapi masa sulit akibat anjloknya harga bawang di pasaran. 

Salah satu petani bawang setempat, yang diwawancarai Nusantara Terkini melalui sambungan telepon pada Minggu (3/11/2024), mengungkapkan bahwa harga jual bawang merah saat ini hanya berkisar Rp18.000 per kilogram, yang nyaris tidak menyisakan keuntungan setelah dipotong biaya operasional.

Baca Juga : BI Sebut Rupiah Anjlok Gegara Konflik Iran-Israel

Menurutnya, harga jual tersebut hanya cukup untuk menutupi ongkos produksi seperti bibit, pupuk, dan perawatan lahan. 

Baca Juga : PPP Medan Tolak Muswil Sumut di Balige, Abdul Rani Sebut Abal-abal dan Inkonstitusional

"Harga sekarang ini membuat kami kesulitan. Dengan harga Rp18.000 per kilogram, itu hanya cukup buat biaya operasional saja. Tidak ada keuntungan yang bisa kami sisihkan," ujarnya dengan nada pasrah.

Dia mengungkapkan, penurunan harga ini sangat berdampak pada kesejahteraan petani bawang di Tongging, yang sebagian besar mengandalkan hasil panen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga : Pemerintah dan DPR Sepakat Seluruh Peserta PBI Tetap Dijamin Selama 3 Bulan ke Depan

 "Biasanya kita masih bisa dapat keuntungan dari penjualan bawang, tapi sekarang sudah tidak ada sisa lagi. Kami hanya berharap ada solusi dari pemerintah untuk membantu stabilkan harga," tambahnya.

Para petani berharap pemerintah maupun pihak terkait bisa segera mengambil langkah untuk membantu mengatasi masalah ini, baik dengan upaya stabilisasi harga atau bantuan langsung bagi petani agar tidak terus merugi. 

(Cw9/Nusantaraterkini.co)