Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Harga Ayam Berpotensi Naik, Cek Rekomendasi Saham: CPIN, JPFA dan MAIN

Editor:  Team
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
kinerja emiten sektor ini masih berpotensi stabil dengan peningkatan harga ayam setelah koreksi sejak awal tahun. 

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Kabarnya, kinerja emiten-emiten yang bergerak di sektor perunggasan masih dibayangi pelemahan daya beli masyarakat.

BACA JUGA: Harga Emas Antam Stagnan di Level Rp1.871.000 Per Gram Wetelah Anjlok di Hari Sebelumnya

Kendati begitu, kinerja emiten sektor ini masih berpotensi stabil dengan peningkatan harga ayam setelah koreksi sejak awal tahun. 

Rekomendasi saham emiten unggas dari sejumlah analis berikut.

BACA JUGA: Harga Emas Antam Melorot Tajam Rp20.000 Dibanderol Rp1.871.000 Per Gram di Perdagangan Sabtu (17/5/2025)

1. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

Posisi kepemimpinan CPIN di industri, yakni sekitar 31% pangsa pasar, kian diuntungkan pergeseran konsumsi Indonesia dari protein nabati murah ke protein hewani seiring dengan meningkatnya produk domestik bruto (PDB). 

Pertumbuhan laba per saham diprediksi mencapai 5% secara tahunan dan laba bersih perseroan diprediksi mencapai Rp 3,89 triliun, tumbuh 4,60% secara tahunan di ujung tahun 2025 nanti.

Rekomendasi: Buy

Target harga: Rp 6.000 per saham

Maybank Sekuritas, Jocelyn Santoso dan Jeffronsenberg Chenlim

2. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

Harga saham JPFA berpotensi naik hingga 17,9% dengan rencana buyback hingga Rp 470 miliar yang membantu menahan harga saham di tengah volatilitas pasar. 

Dengan risiko kenaikan biaya input dan pelemahan permintaan ayam, laba bersih perseroan sepanjang tahun 2025 tetap tumbuh meski tipis, yakni sebesar 0,43% secara tahunan ke level Rp 3,03 triliun. 

Rekomendasi: Buy

Target harga: Rp 2.070

Ciptadana Sekuritas, Richard Jonathan Halim

3. PT Malindo Feedmill Indonesia Tbk (MAIN)

Kinerja MAIN sangat bergantung pada harga bahan baku jagung. Pasalnya, penjualan pakan ternak menjadi penggerak utama pendapatan.

Harga jagung yang cenderung berada di level rendah dibandingkan beberapa tahun terakhir berpotensi menjadi penopang kinerja perseroan.

Rekomendasi: Accumulative buy

Target harga: Rp 800

Indo Premier Sekuritas (IPOT), Angga Septianus

(wiwin/Nusantaraterkini.co)