Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Gunakan Tiket Palsu untuk Izin Tinggal, WN Tiongkok Dideportasi Imigrasi Medan

Imigrasi Medan deportasi WN Tiongkok karena gunakan tiket palsu saat perpanjang izin tinggal. Simak selengkapnya

Warga negara Tiongkok LY (baju hitam) dideportasi dari Bandara Internasional Kualanamu, Rabu (3/6/2026). (Foto: istimewa)
Warga negara Tiongkok LY (baju hitam) dideportasi dari Bandara Internasional Kualanamu, Rabu (3/6/2026). (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Seorang pria asal Tiongkok berinisial LY (29) harus mengakhiri masa tinggalnya di Indonesia setelah Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan menemukan adanya ketidaksesuaian pada tiket pesawat yang digunakan dalam proses pengajuan perpanjangan izin tinggal.

Atas pelanggaran tersebut, LY lantas dikenai Tindakan Administratif Keimigrasian berupa dan dipulangkan melalui Bandara Internasional Kualanamu pada, Rabu (3/6/2026).

Kasus ini bermula saat LY mengajukan permohonan perpanjangan izin tinggal di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan. Dalam proses pemeriksaan berkas, petugas menemukan bahwa tiket pulang dan tiket kembali yang dilampirkan sebagai persyaratan permohonan tidak sesuai dengan data penerbangan yang sebenarnya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa tiket tersebut tidak diperoleh secara langsung oleh LY, melainkan melalui pihak ketiga yang menawarkan bantuan pengurusan tiket pesawat untuk melengkapi persyaratan administrasi perpanjangan izin tinggal.

LY sendiri mengaku baru mengetahui bahwa tiket yang diterimanya tidak sah setelah diberitahukan oleh petugas Imigrasi.

Upaya untuk menghubungi pihak yang mengurus tiket tersebut pun tidak membuahkan hasil karena yang bersangkutan sudah tidak dapat dihubungi.

Diketahui, LY masuk ke Indonesia menggunakan Visa on Arrival (VoA) dan berada di Medan untuk mengurus rencana pernikahannya dengan seorang warga negara Indonesia.

Namun, penggunaan tiket pesawat yang tidak sesuai dalam proses pengajuan izin tinggal merupakan pelanggaran terhadap ketentuan keimigrasian yang berlaku, sehingga permohonan perpanjangan izin tinggal yang diajukan ditolak dan berujung pada penjatuhan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa .

Di balik proses penegakan hukum tersebut, petugas juga menemukan kondisi khusus pada LY yang memiliki riwayat autisme. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penanganan kasus sehingga petugas mengedepankan pendekatan yang humanis selama proses deportasi berlangsung.

Saat pemeriksaan dokumen penerbangan, pihak maskapai menyampaikan bahwa LY memerlukan pendamping selama perjalanan udara mengingat kondisi yang dimilikinya.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk memastikan kebutuhan tersebut dapat terpenuhi.

Setelah komunikasi dilakukan, perwakilan keluarga bersedia mendampingi LY hingga keberangkatan. Dengan dukungan keluarga dan pengawasan petugas, seluruh proses administrasi keberangkatan dapat diselesaikan sesuai prosedur.

Kepala Seksi Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Kristian menegaskan, setiap akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku dengan tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dalam pelaksanaannya.

"Setiap orang asing yang berada di wilayah Indonesia wajib mematuhi ketentuan keimigrasian yang berlaku," katanya dalam keterangan, Selasa (9/6/2026).

"Dalam penanganan kasus ini, kami melaksanakan tindakan administratif keimigrasian sesuai prosedur, sekaligus memperhatikan kondisi khusus yang dimiliki oleh yang bersangkutan. Penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan," jelasnya.

Dengan pendampingan keluarga dan pengawasan petugas, LY akhirnya diberangkatkan menuju Changi Airport, Singapura, melalui Bandara Internasional Kualanamu dengan maskapai Scoot TR245.

Keberangkatan tersebut menutup rangkaian proses penanganan kasus yang bermula dari pengajuan perpanjangan izin tinggal hingga pelaksanaan deportasi.

(zie/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait