Nusantaraterkini.co - Presiden Rusia, Vladimir Putin murka atas penembakan massal yang terjadi di gedung konser di Moskow yang menewaskan seratusan korban. Putin bersumpah bakal mengejar dan mengadili dalang di balik serangan tersebut.
Putin menyebut musuh tersebut sebagai 'terorisme internasional'. Ia mengaku siap bekerja sama dengan negara mana pun yang ingin mengalahkan musuh tersebut.
"Semua pelaku, penyelenggara, dan mereka yang memerintahkan kejahatan ini akan dihukum secara adil dan pasti. Siapa pun mereka, siapa pun yang membimbing mereka," kata Putin seperti dilansir Reuters, dikutip detikcom, Minggu (24/3/2024).
Baca Juga : Kim Jong Un Janji Dukung Tanpa Syarat Semua Kebijakan Vladimir Putin dan Rusia
"Kami akan mengidentifikasi dan menghukum siapa pun yang berdiri di belakang teroris, yang merencanakan kekejaman ini, serangan terhadap Rusia, terhadap rakyat kami," sambungnya.
Putin mengungkapkan telah menahan 11 orang, termasuk empat pria bersenjata.
"Mereka mencoba bersembunyi dan bergerak menuju Ukraina, di mana, menurut data awal, sebuah jendela telah disiapkan bagi mereka di sisi Ukraina untuk melintasi perbatasan negara," kata Putin.
Baca Juga : Rusia Klaim Kuasai Dua Kota Strategis di Ukraina Timur
Sementara itu, kelompok militan Negara Islam (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi pada hari Jumat (22/3/2024) tersebut. Namun, meskipun para pejabat Ukraina dengan tegas menyangkal bahwa Kyiv ada hubungannya dengan serangan itu, ada indikasi Rusia yang berupaya menghubungkan insiden tersebut dengan Ukraina.
Dinas keamanan FSB Rusia mengumumkan bahwa orang-orang bersenjata itu mempunyai kontak dengan Ukraina dan ditangkap di dekat perbatasan. Dikatakan bahwa mereka akan dipindahkan ke Moskow.
Baik Putin maupun FSB secara terbuka tidak menunjukkan bukti adanya hubungan dengan Ukraina, yang telah berperang dengan Rusia sejak invasi Moskow 25 bulan lalu. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan upaya Putin dan 'penjahat lainnya' adalah mengalihkan kesalahan seperti hal yang biasa dilakukan.
Baca Juga : Putin Sampaikan Duka Cita Mendalam kepada Prabowo atas Bencana Banjir Sumatera
Seorang anggota parlemen senior Rusia, Andrei Kartapolov, mengatakan bahwa Rusia harus memberikan jawaban yang "layak, jelas dan konkrit" di medan perang, jika Ukraina terlibat.
Di sisi lain, Juru bicara intelijen militer Ukraina Andriy Yusov mengatakan kepada Reuters pihaknya tidak terlibat dengan kejadian tersebut.
"Ukraina tentu saja tidak terlibat dalam serangan teror ini. Ukraina mempertahankan kedaulatannya dari penjajah Rusia, membebaskan wilayahnya sendiri dan berperang melawan sasaran tentara dan militer penjajah, bukan warga sipil," kata Yusov.
Baca Juga : Harga Minyak Mentah Turun Hampir US$1
(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: detikcom
