Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Palestina Minta UNESCO Intervensi Lindungi Situs Bersejarah Tepi Barat dari Israel

Palestina ajukan inisiatif ke UNESCO untuk lindungi situs bersejarah di Tepi Barat dari kendali sepihak Israel

Foto yang diabadikan pada 15 Agustus 2024 ini menunjukkan situs arkeologi Biara Santo Hilarion di Jalur Gaza tengah. (Foto: Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Foto yang diabadikan pada 15 Agustus 2024 ini menunjukkan situs arkeologi Biara Santo Hilarion di Jalur Gaza tengah. (Foto: Xinhua/Rizek Abdeljawad)
A A

Nusantaraterkini.co, RAMALLAH - meluncurkan sebuah inisiatif di Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa () untuk melindungi situs-situs arkeologi di dari kendali , demikian disampaikan seorang diplomat Palestina pada Sabtu (11/7/2026).

Adel Attieh, delegasi tetap Palestina untuk UNESCO mengatakan, kepada stasiun radio resmi Voice of Palestine bahwa inisiatif tersebut bertujuan untuk mendorong UNESCO mengambil tindakan terhadap apa yang disebutnya sebagai pelanggaran Israel yang menargetkan Palestina, khususnya di Masjid Ibrahimi di , yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Dia mengatakan hukum internasional mewajibkan untuk menahan diri dari tindakan yang mengubah struktur atau lingkungan situs tersebut.

Attieh menuduh Israel berupaya mengubah narasi sejarah dengan mengeklaim hak atas situs-situs arkeologi .

Sementara itu, sebuah laporan Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization/PLO) menyebutkan bahwa kendali otoritas Israel atas situs-situs arkeologi Palestina telah menjadi bagian dari kebijakan perluasan permukiman dan perampasan lahan, mengutip rancangan undang-undang (RUU) Knesset yang diloloskan pada pertengahan Mei untuk membentuk Otoritas Warisan di .

Menurut Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Palestina, terdapat sekitar 7.000 situs arkeologi di Tepi Barat, dengan sekitar 60 persen di antaranya terletak di Area C, yang berada di bawah kendali penuh Israel berdasarkan Perjanjian Oslo 1993.

(zie/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru