Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ekonom Sebut 3 Sosok Yang Cocok Jadi Pengganti Sri Mulyani

Editor:  Annisa
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Menteri Keuangan Sri Mulyani

Nusantaraterkini.co - Jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju menjadi sorotan lantaran isu mundurnya pada menteri. Tak terkecuali Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, yang merupakan sosok paling disorot terkait isu mundurnya dari jabatan.

Ekonom Universitas Diponegoro (Undip), Wahyu Widodo, menilai tiga nama yang kerap cocok menduduki kursi Menkeu, apabila kabar tersebut berujung terjadi.

Menurut Wahyu, tiga nama yang dinilai cocok mengisi kursi kosong yang ditinggalkan Sri Mulyani adalah dua mantau Menkeu Chatib Basri dan Bambang Brodjonegoro, serta Wakil Menkeu, Suahasil Nazara.

Baca Juga : Komisi XI Apresiasi Langkah Menteri Purbaya Bersih-Bersih Bea Cukai dari Under Invoicing

Ia mengatakan ketiga sosok itu merupakan murni akademisi yang sudah dikenal kalangan internasional, wahyu menilai ketiganya merupakan sosok ideal karena dalam tidak terafiliasi atau paling tidak bukan seorang politikus dari partai tertentu.

"Sejarahnya itu menkeu yang paling ideal adalah seorang akademisi atau kalau bukan akademisi jelas tidak berafiliasi dengan politik, yang memiliki visi, dan kemudian visioner melihat kondisi fiskal domestik dan juga global," kata Wahyu kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin, (12/2/2024).

Wahyu menjelaskan bahwa sebagai mantan Menkeu, Chatib dinilai tidak akan kesulitan untuk menyelesaikan tugas sebagai Menkeu di sisa masa pemerintahan Jokowi, termasuk juga menetapkan kebijakan fiskal yang sehat di tengah panasnya tahun politik.

Baca Juga : Redenominasi Rupiah, Pengamat: Hanya Penyederhanaan Saja, Tak Mengubah Nilai

Chatib juga telah dikenal di dunia internasional. Karena hal itu, jika namanya diumumkan sebagai bendahara negara pengganti Sri Mulyani, akan lebih memberikan kepastian sentimen bagi pelaku pasar keuangan, seperti nama Bambang Brodjonegoro maupun Suahasil yang juga memiliki rekam jejak yang baik.

"Untuk Pak Suahasil, kan, wamenkeu, ya, beliau menunjukkan kinerja yang sangat baik selama ini sebagai wamenkeu, atau Pak Bambang Brodjo yang dulu juga pernah menjadi menteri di Bappenas dan Menkeu juga," ucap Wahyu.

"Hanya saja memang kalau saya melihat karakter yang sangat kuat kalau saya boleh sebut, ya, ada di Chatib Basri, itu mirip dengan Sri Mulyani. Dan secara internasional beliau-beliau itu sangat acceptable," tegasnya.

Baca Juga : Menkeu Baru Jalan Baru: dari Neolib ke Ekonomi Kerakyatan?

Nama-nama itu juga disebutkan oleh ekonom yang juga merupakan direktur program Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti. Namun, dia tidak memasukkan Bambang Brodjonegoro sebagai sosok yang memiliki karakter kuat dan cocok menggantikan Sri Mulyani saat ini.

"Pak Suahasil atau Pak Chatib mereka sudah pengalaman, dia networking internasional juga ada, dan dia paham fiskal. Saya kenal baik keduanya, jadi saya tahu, beliau-beliau ini," ucap Esther.

Namun, Esther mengingatkan jabatan menteri adalah jabatan politis, sehingga meski kriteria menkeu harus memiliki integritas yang tinggi, kompetensi fiskal yang kuat, hingga kemampuan manajerial yang dapat diterima semua pihak, juga harus dikenal dan diterima oleh para petinggi partai politik.

Baca Juga : Purbaya Jabat Menkeu, Legislator Ingatkan Ekonomi Berdikari dan Inklusif

"Masalahnya jabatan menteri itu kan jabatan yang diusulkan oleh partai, apalagi itu posisi strategis, tergantung kedekatan dengan partai juga nanti. Jadi pasti meski kompeten kalau tidak diusung sama partai akan sulit," tutur Esther.

Sementara itu, ekonom dari Universitas Gajah Mada (UGM), Eddy Junarsin, cenderung menganggap Suahasil Nazara selaku wakil menteri keuangan yang paling cocok menggantikan posisi Sri Mulyani karena ia telah bertugas sebagai wamenkeu yang kerap menjaga fiskal tetap kredibel, termasuk selama masa Covid-19.

Di sisi lain, ia cenderung menganggap bahwa tidak ada banyak waktu untuk nama baru di luar Kementerian Keuangan saat ini untuk bisa kerja cepat menjaga stabilitas fiskal ketika ditinggal Sri Mulyani di sisa masa pemerintahan. Maka opsi realistisnya adalah memilih wakil menteri keuangan sebagai menteri ad interim.

Baca Juga : Bahlil Lahadalia jadi Menteri ESDM

"Untuk masa seperti ini tidak ada waktu untuk reorientasi yang lama, jadi sebaiknya orang-orang di dalam yang sudah ada, karena perlu cepat melanjutkan apa yang sudah ada. Jadi saya kira wakil menterinya, kualitasnya juga tinggi," ungkap Eddy.

Meski begitu, Eddy menekankan, hal yang perlu dipertimbangkan Jokowi saat ini adalah menjaga soliditas kabinetnya, ketimbang melepas begitu saja Sri Mulyani. Sebab, supaya pertanggung jawaban kepemimpinannya hingga akhir terbukti kuat, dan juga demi menjaga stabilitas ekonomi maupun politik selama masa Pemilu atau Pilpres 2024.

(Ann/Nusantaraterkini.co)

Baca Juga : PAN Yakini Kehadiran 4 Menteri di Sidang Sengketa Jawab Isu Bansos Politis

Sumber: CNBCIndonesia.com