Dua Tentara Israel Tewas di Hebron, Netanyahu Siapkan Operasi Militer Besar-besaran di Tepi Barat
Dua tentara Israel tewas dalam baku tembak di Hebron. Netanyahu siapkan operasi militer besar-besaran di Tepi Barat menjelang pemilu Israel.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan eskalasi operasi militer di Tepi Barat setelah dua tentara Israel tewas dalam baku tembak dengan pria bersenjata Palestina di dekat Hebron, Jumat (23/10/2026). Rencana operasi berskala besar itu muncul menjelang pemilihan umum Israel yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa mendatang.
Dikutip dari AFP, Sabtu (24/10/2026), insiden tersebut kembali menempatkan isu keamanan sebagai sorotan utama menjelang pemungutan suara. Netanyahu, yang tengah menghadapi persaingan ketat untuk mempertahankan posisinya, menegaskan komitmennya untuk memperketat langkah keamanan Israel.
Bersama sejumlah sekutu politik dari kelompok sayap kanan, Netanyahu mendatangi lokasi serangan di Hebron. Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan rencana tindakan lebih keras terhadap kelompok militan yang beroperasi di wilayah pendudukan Palestina.
Netanyahu Pertimbangkan Operasi Militer Skala Besar
Netanyahu mengungkapkan bahwa dirinya bersama Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sedang mempertimbangkan operasi militer berskala luas di wilayah yang oleh Israel disebut Yudea dan Samaria, merujuk pada Tepi Barat.
Menurut Netanyahu, operasi yang tengah dipersiapkan itu berpotensi menjadi salah satu pengerahan militer terbesar di kawasan tersebut sejak Israel merebut Tepi Barat dalam perang 1967.
Ia menegaskan bahwa militer Israel telah siap menjalankan operasi tersebut, meskipun waktu pelaksanaannya belum ditentukan.
Tahap awal operasi, kata Netanyahu, mencakup pengerahan pasukan ke lingkungan asal para pelaku, evakuasi warga, penggeledahan rumah secara menyeluruh, hingga penghancuran fasilitas yang diklaim Israel sebagai infrastruktur teroris.
Pemerintah Israel juga memerintahkan penutupan wilayah Tepi Barat setelah serangan tersebut. Langkah ini diperkirakan semakin membatasi pergerakan warga Palestina di kawasan yang telah lama dilanda konflik.
Netanyahu menyatakan bahwa respons cepat tentara Israel berhasil menggagalkan serangan yang berpotensi menimbulkan korban lebih besar.
Baku Tembak di Pos Pemeriksaan Hebron
Serangan terjadi di sekitar pos pemeriksaan Farsh al-Hawa, dekat Hebron. Seorang fotografer AFP yang berada dalam perjalanan menuju lokasi tugas lain menyaksikan baku tembak antara pasukan Israel dan dua pria Palestina yang membawa pistol serta senapan otomatis.
Kedua pria tersebut kemudian ditembak mati oleh pasukan Israel.
Militer Israel menyatakan dua tentaranya tewas dalam pertempuran di kawasan Judea Junction. Selain korban jiwa, tiga tentara lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut menjadi pemicu pernyataan keras Netanyahu mengenai kemungkinan perluasan operasi militer di Tepi Barat.
Hamas Puji Serangan, Ketegangan Berpotensi Meningkat
Kelompok Hamas tidak menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, kelompok itu memuji aksi tersebut sebagai sebuah operasi heroik dan menyerukan pendukungnya untuk melancarkan lebih banyak serangan.
Pernyataan Hamas dan ancaman perluasan operasi militer Israel menambah kekhawatiran terhadap meningkatnya ketegangan di wilayah Palestina.
Netanyahu menyebut operasi yang direncanakan akan mengadopsi pendekatan serupa dengan operasi militer Israel di sejumlah kamp pengungsi di Tepi Barat bagian utara.
Operasi besar di kawasan tersebut diluncurkan pada Januari 2025. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya menyatakan bahwa operasi itu menyebabkan ribuan warga Palestina terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.
Rencana terbaru Israel pun berpotensi memicu gelombang pengungsian baru apabila operasi berskala besar benar-benar dilaksanakan.
Situasi di Tepi Barat kini menjadi perhatian di tengah persiapan pemilihan umum Israel. Selain dampak keamanan, perkembangan tersebut juga menimbulkan kekhawatiran mengenai keselamatan warga sipil dan memburuknya kondisi kemanusiaan di wilayah pendudukan Palestina.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKSoal Isu Politik Uang Muktamar, Pengurus NU Padangsidimpuan Mengelak
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SEPAKBOLADouvikas Menggila, Como 1907 Bungkam Sassuolo 2-0 dan Tembus Empat Besar
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
RELIGIHujan Turun saat Shalat Istisqa, Jamaah Aulia Cendikia Tetap Khusyuk
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SUMSELBMKG Palembang Prediksi Sejumlah Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan 3 Hari Ke Depan
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKasus Jalan dan DJKA di Sumut, GMPET-SU Desak KPK Terbitkan Sprindik Baru
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
NEWS VIDEODorong UMKM Naik Kelas, Kemenparekraf Bersama Komisi VII DPR RI Perkuat Ekosistem Creative Hub Simalungun
Fadli Tara·5 jam yang lalu -
SUMSELPemkot Palembang Terima Dana Rp10 Miliar untuk Penanganan Karhutla dan Asap
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
SUMSELBMKG Ungkap Penyebab Hujan Ringan di Palembang: Hasil Dinamika Atmosfer dan OMC
Rozie Winata·6 jam yang lalu -
NASIONALKawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Rozie Winata·7 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALCekcok Berujung Maut, Polres Muratara Tangkap Satu Pelaku Pengeroyokan di Rawas Ilir
Rozie Winata·7 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan