Hujan Turun saat Shalat Istisqa, Jamaah Aulia Cendikia Tetap Khusyuk
Salat istisqa Ponpes Aulia Cendikia Palembang berbuah berkah, hujan turun setelah 3 bulan kemarau melanda
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Puluhan santri dan jamaah di Pondok Pesantren (PP) Aulia Cendikia Palembang tetap khusyuk memanjatkan doa meski hujan turun membasahi lokasi pelaksanaan salat istisqa pada, Sabtu (24/10/2026).
“Alhamdulillah, saat melakukan salat istisqa bersama anak-anak dari puluhan pesantren, sesudah salat Asar hujan pun turun,” ujar Pimpinan PP Aulia Cendikia, KH Hendra Zaenudin Al Qodiri.
Suasana haru menyelimuti pelaksanaan ibadah di PP Aulia Cendikia Kampus C tersebut setelah wilayah setempat mengalami musim kemarau selama sekitar tiga bulan.
Meski hujan mulai mengguyur lokasi kegiatan, para jamaah tidak langsung membubarkan diri dan tetap melantunkan zikir serta doa sebagai ungkapan syukur.
Pimpinan pesantren yang juga menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan tersebut terlihat menggunakan payung saat berada di tengah guyuran air.
Hendra menilai salat istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam dalam memohon pertolongan Allah SWT ketika menghadapi kekeringan.
“Mari masyarakat Sumsel, khususnya Palembang, terus memanjatkan doa sembari berikhtiar,” tuturnya.
Ia menilai kebersamaan antara pihak pesantren, Paguyuban Sinar Mas Sumsel, dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat pentingnya saling peduli terhadap kondisi lingkungan.
Bagi para jamaah, momen bertahan melantunkan zikir di tengah guyuran hujan menjadi pengalaman membekas dalam mensyukuri air hujan yang telah lama dinantikan.
Hendra berharap hujan tersebut dapat membawa manfaat bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi dampak kekeringan yang dirasakan selama beberapa bulan terakhir.
“Semoga hujan ini menjadi berkah bagi masyarakat di Palembang,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Sinar Mas Sumsel, Iwan Setiawan mengatakan, pelaksanaan salat istisqa ini merupakan kegiatan yang diinisiasi bersama oleh pihak pesantren, para santri, serta Paguyuban Sinar Mas Sumatera Selatan (Sumsel) dalam menghadapi kondisi kemarau.
Kolaborasi doa bersama memohon hujan tersebut bukan kali pertama dilakukan, sebab pada 8 September 2026 Paguyuban Sinar Mas Sumsel bersama PP Aulia Cendikia juga menggelar doa bersama di lokasi yang sama.
Kegiatan itu menjadi bagian dari ikhtiar bersama menghadapi kemarau sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.
Iwan menyampaikan jika doa bersama merupakan salah satu bentuk ikhtiar yang perlu berjalan beriringan dengan upaya nyata pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi dampak musim kemarau.
“Doa bersama ini menjadi bagian dari ikhtiar kita, sekaligus momentum untuk memperkuat kepedulian dan semangat kebersamaan dalam menjaga Sumatera Selatan,” kata dia.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKSoal Isu Politik Uang Muktamar, Pengurus NU Padangsidimpuan Mengelak
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLADouvikas Menggila, Como 1907 Bungkam Sassuolo 2-0 dan Tembus Empat Besar
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
RELIGIHujan Turun saat Shalat Istisqa, Jamaah Aulia Cendikia Tetap Khusyuk
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELBMKG Palembang Prediksi Sejumlah Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan 3 Hari Ke Depan
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKasus Jalan dan DJKA di Sumut, GMPET-SU Desak KPK Terbitkan Sprindik Baru
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
NEWS VIDEODorong UMKM Naik Kelas, Kemenparekraf Bersama Komisi VII DPR RI Perkuat Ekosistem Creative Hub Simalungun
Fadli Tara·4 jam yang lalu -
SUMSELPemkot Palembang Terima Dana Rp10 Miliar untuk Penanganan Karhutla dan Asap
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
SUMSELBMKG Ungkap Penyebab Hujan Ringan di Palembang: Hasil Dinamika Atmosfer dan OMC
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
NASIONALKawal Indonesia Emas 2045, Lemhannas RI Ajak Insan Pers Bangun Jurnalisme Kebangsaan
Rozie Winata·6 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALCekcok Berujung Maut, Polres Muratara Tangkap Satu Pelaku Pengeroyokan di Rawas Ilir
Rozie Winata·6 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan