Nusantaraterkini.co, MEDAN - Sebuah video di media sosial menjadi sorotan publik setelah seorang pria, yang diduga sebagai dokter, meluapkan kekesalannya terhadap kondisi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan.
Dalam video yang beredar di grup WhatsApp, dokter tersebut mengungkapkan bahwa ada seorang pasien yang dirawatnya meninggal dunia karena ketiadaan obat di rumah sakit tersebut.
Baca Juga : RSUD Pirngadi Medan Bakal Terima Sejumlah Alat Medis Canggih dari Kemenkes
"Innaillahi wa inna ilaihi raji'un. Ada pasien aku exit, meninggal dia," ujar pria yang diduga dokter tersebut dalam video yang tidak menyebutkan kapan tepatnya pasien meninggal, katanya dikutip, Minggu (1/9/2024).
Baca Juga : RS Pirngadi Medan Layani 1.127 Pasien di Awal 2026, Kunjungan Rawat Jalan Meningkat
Ia juga menyebutkan, bahwa kondisi serupa pernah terjadi sebelumnya, di mana pasien meninggal akibat ketiadaan obat di rumah sakit milik Pemko Medan tersebut.
Keluhan ini semakin menegaskan kondisi yang memprihatinkan di RS Pirngadi, yang menurut dokter tersebut, sering mengalami kekurangan obat, termasuk obat kemoterapi.
Baca Juga : Sinergikan RS dan Pariwisata, Sumsel Targetkan Jadi Pusat Wisata Kesehatan Unggulan
Ia juga menyampaikan bahwa para dokter sampai terpaksa harus membeli obat sendiri untuk menyelamatkan pasien yang mereka rawat.
Baca Juga : Rumah Sakit Nakal Bisa Dicabut Izinnya, DPR: Jangan Bedakan Pasien BPJS dan Umum
Dia juga meminta kepada Walikota Medan Bobby Nasution yang saat ini tengah mencalonkan diri sebagai gubernur agar permasalahan ini bisa segera diperhatikan dan diselesaikan.
"Tolonglah pak Bobby, semenjak bapak maju Pilgub ini tolonglah diberesin rumah sakit ini. Pasien-pasien WA (WhatsApp)aku, 'aduh dok, obat kemoterapi juga habis'," ujarnya.
Baca Juga : Obat Baru HIV: Disuntik 6 Bulan Sekali, Direkomendasikan WHO dan Miliki Efektif Hampir 100%
Menanggapi keluhan tersebut, Katim Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan Gibson Girsang mengonfirmasi bahwa obat-obatan yang dibutuhkan pasien saat ini sudah dipesan. Namun, ia menyatakan bahwa untuk distribusi obat membutuhkan waktu.
Baca Juga : Tak Ada Uang Beli Obat Diabetes, Kakek 60 Tahun Asal Brandan Nekat Curi Motor di Binjai
"Obatnya sudah dipesan, hanya butuh waktu untuk distribusi," ujar Gibson.
Akan tetapi, saat disinggung lebih rinci oleh wartawan terkait tanggal pemesanan, estimasi kedatangan obat, dan jenis obat yang dipesan, pihak rumah sakit belum memberikan jawaban yang jelas.
Sementara, Wadir SDM dan Pendidikan RSUD Dr Pirngadi Medan Rina Amelia membenarkan bahwa laki-laki yang di dalam video viral tersebut dokter yang berpraktek di RS Pirngadi.
"Iya benar, dokter Deni spesialis paru," sebutnya.
Terlisah, Kepala Dinas Kesehatan Medan Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan pihaknya akan menanyakan tentang kebenaran dan klarifikasi manajemen RS Pirngadi beserta dokternya.
"Kami akan tanyakan tentang kebenarannya dan klarifikasi Direktur RS Pringadi beserta dokternya," tegasnya.
(zie/Nusantaraterkini.co)
